< >

Bulog Nyatakan Siap Serap 2,6 Juta Ton Gabah Petani Untuk Raskin

Rabu, 18 April 2007 21:09
Kapanlagi.com - Perum Bulog menyatakan siap untuk menyerap gabah petani sebanyak 2,6 juta ton untuk memenuhi kebutuhan beras bagi rakyat miskin (raskin) maupun mengisi cadangan beras pemerintah.

Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar di Kabupaten Serang, Banten, Rabu menyatakan, selama ini penyerapan gabah Bulog dari dalam negeri dinilai masih rendah yakni hanya 7-10 % dari produksi saat musim panen.

"Bulog mememiliki gudang berkapasitas 3 juta ton dan kita siap menampung gabah petani. Tinggal naikkan saja dana pemerintah untuk membeli gabah petani," katanya di sela panen padi di Desa Sawahluhur Kecamatan, Kasemen Serang.

Dalam kegiatan yang dilakukan bersama Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah itu, Mustafa menyatakan, pengadaan beras sebanyak 2,6 juta ton tersebut untuk raskin sebesar 1,89 juta ton dan cadangan beras pemerintah 700.000 ton.

Untuk pengadaan beras sebesar itu, tambahnya, diprioritaskan dari dalam negeri yakni dengan pembelian gabah petani, namun jika tidak terpenuhi akan dicukupi dengan mengimpor.

Namun demikian, tambahnya, setelah melakukan keliling ke sejumlah wilayah terlihat kemampuan produksi petani untuk menghasilkan padi sebanyak itu masih diragukan karena adanya keterlambatan musim tanam.

Mustafa menyatakan saat ini anggaran pengadaan beras yang sudah turun untuk tahap pertama Januari-Maret Rp1,4 trilun.

Sedangkan untuk tahap Mei-April ditambah menjadi Rp4 triliun untuk target penyerapan gabah sekitar 1,5 juta ton tahun ini diharapkan mampu terserap sekitar 900 ribu ton pada musim tanam pertama.

Menyinggung realisasi penyerapan gabah petani, Dirut Perum Bulog, menyatakan dari target 900 ribu ton tersebut saat ini telah terserap sebanyak 60 ribu ton.

Pada kesempatan itu dia juga menyatakan, jika harga gabah petani di pasaran lebih rendah dari HPP yang ditetapkan pemerintah maka Bulog siap membeli gabah petani berapapun banyaknya sesuai dengan harga HPP.

Sebaliknya, tambahnya, jika harga di pasaran lebih tinggi dari HPP maka petani bebas menjual hasil produksinya ke pasar sesuai dengan harga pasar.

Sementara itu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah menyatakan, produksi padi provinsi tersebut pada 2006 sebanyak 1,75 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun dibanding 2005 sebanyak 1,86 juta ton GKG.

Penurunan produksi tersebut, tambahnya, akibat musim kering yang panjang dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Sedangkan pada 2007, sasaran produksi padi ditetapkan sebesar 1,88 juta ton GKG atau naik 7,08 % dari tahun lalu, sementara panen bulan April direncanakan sebanyak 50.458 ha dengan produksi sekitar 256.831 ton. (*/rsd)