Federasi Serikat Pekerja BUMN Tolak Penjualan Tol Jasa Marga
Kapanlagi.com - Federasi Serikat Pekerja BUMN menolak keras rencana pemerintah menjual aset jalan tol milik PT Jasa Marga melalui mekanisme privatisasi (melepaskan sebagian saham) kepada investor karena dapat mengancam kelangsungan hidup perusahaan dan karyawannya. "Saya sangat tidak setuju dan bersama rekan-rekan BUMN lain akan melakukan gugatan class action kepada pemerintah apabila rencana itu jadi direalisasikan," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN, FX Arief Poyuono saat dihubungi, Rabu, terkait dengan rencana penjualan aset jalan tol. Menurutnya, penjualan berupa saham kepada investor sangat berpotensi merugikan bagi BUMN tersebut, berbeda halnya apabila penjualan tersebut melalui mekanisme IPO. Kalau itu sampai dilakukan pemerintah sekarang, maka sama halnya dengan pemerintah sebelumnya yang memperkenankan penjualan aset-aset negara. Arief mengatakan, masih banyak cara yang lebih elegan untuk mendapat dana dalam pembangunan jalan tol melalui mekanisme yang ada, namun tidak dengan cara membeli aset-aset produktif yang sudah jelas penghasilannya. Menurutnya, apabila investor tersebut ingin membangun jalan tol tidak dengan membeli ruas yang ada, namun sebaiknya melalui mekanisme peraturan dan perundangan yang berlaku. "Kalau dia memang punya uang banyak bisa membangun ruas baru seperti Trans Sumatera kemudian kita berikan saja masa konsesi selama 100 tahun," katanya. Arief menilai apabila sampai terjadi penjualan aset yang masih produktif tersebut maka akan membuat pendapatan dan profit dari perusahaan berkurang serta pada akhirnya terjadi PHK secara besar-besaran ditubuh BUMN tersebut. Arief melihat adanya agenda tersembunyi dari rencana tersebut yakni untuk menjarah aset negara untuk pemilu tahun 2009. Bahkan apabila ini dilaksanakan merupakan pengulangan kasus penjualan Indosat yang dijual murah, kemudian setelah harganya naik pemerintah tidak mampu membeli lagi. Arief berjanji apabila rencana penjualan itu diwujudkan maka pihaknya akan memasukannya dalam salah satu tema dalam peringatan Hari Buruh (Mayday) karena jelas-jelas telah terjadi pelanggaran hukum. Menurutnya, belum banyaknya investor yang masuk tol lebih disebabkan banyak negara yang ekonominya saat ini sedang tumbuh sehingga juga tengah membangun infrastrukturnya. "Sehingga kalaupun ingin membiayai tol caranya bukan seperti itu," tegasnya. Jajaran direksi dan komisaris PT Jasa Marga sebelumnya telah menyiapkan rencana IPO untuk memperkuat permodalan perusahaan dalam rangka pengembangan jalan tol baru di ruas Bogor Ring Road, Semarang-Solo, dan Surabaya-Gempol. Ada juga mekanisme pembentukan anak perusahaan pada ruas yang gemuk untuk dijual kepemilikan sahamnya melalui mekanisme IPO, namun tidak dengan menjual sebagian saham langsung kepada investor. (*/rsd) |