< >

Himpunan Dokter Jiwa Buka Posko di Lokasi Pengungsian Lumpur Lapindo

Kamis, 19 April 2007 23:21
Kapanlagi.com - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) bersama Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Surabaya, menurut rencana membuka posko layanan psikologi bagi korban lumpur Lapindo yang ada di pengungsian.

Anggota PDSKJI, dr Hendro Riyanto SpKJ saat ekspose dihadapan Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso di Sidoarjo, Kamis, mengemukakan, gangguan psikologis sangat rentan terjadi kepada pengungsi korban lumpur Lapindo yang sudah lama berada di pengungsian.

Masyarakat yang pindah ke tempat baru dalam kurun waktu enam bulan pasti akan mengalami perubahan kejiwaan. Jika dalam waktu enam bulan mereka bisa menyesuaikan diri, tidak ada masalah. Jika tidak bisa menyesuaikan diri, mereka akan mengalami gangguan psikologis ringan seperti stres, susah tidur, dan gelisah.

Gangguan kejiwaan ini sangat rentan terjadi pada anak-anak. Selain karena lingkungan yang tidak nyaman, kurangnya perhatian dari orang tua karena memikirkan ganti rugi juga menjadi faktor utama terjadinya gangguan kejiwaan.

Menurut rencana, posko layanan dibuka di dua lokasi yakni di Pasar Baru Porong dan Balai Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Posko akan melayani berbagai keluhan masyarakat yang merasa tertekan karena musibah lumpur Lapindo.

Kendala yang dialami adalah masalah karakteristik orang Indonesia, dimana masyarakat menganggap negatif masalah gangguan jiwa. Gangguan kejiwaan dianggap aib yang orang lain tidak perlu tahu, tuturnya.

Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso menyambut baik keinginan PDSKJI. Karena selain membawa dampak sosial dan lingkungan, peristiwa luapan lumpur Lapindo juga membawa dampak psikologis bagi warga. "Kami berharap, PDSKJI dapat membantu meringankan beban psikologis warga korban lumpur Lapindo," ujar Win.

Kepala Poli Kejiwaan RSU Sidoarjo, Dr Wurjani Hastuti SpKJ menambahkan, saat ini pihaknya menangani 10 orang pasien rawat jalan yang mengalami gangguan jiwa. Tujuh di antaranya pasien yang terkena dampak langsung peristiwa lumpur Lapindo dan tiga pasien lama.

Saat ini, jumlah pengungsi di Pasar Baru Porong mencapai 700 KK dan di Balai Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin sebanyak 107 KK. (*/rsd)