< >

Dukungan Moral Pada Korban Lapindo Terus Mengalir

Jum'at, 20 April 2007 06:03
Kapanlagi.com - Dukungan moral bagi sejumlah warga korban lumpur Lapindo yang sedang memperjuangkan tuntutan ganti rugi tunai langsung (cash and carry) di Jakarta terus mengalir, salah satunya dari KH Nur Muhammad Iskandar SQ.

"Pemerintah harus memperhatikan tuntutan mereka. Jangan arogan seperti Orde Baru," kata Kiai Nur di Jakarta, Kamis.

Ulama asal Jawa Timur yang memiliki ribuan santri di dua pondok pesantren yang diasuhnya di Jakarta itu juga mengimbau kalangan ulama pesantren untuk mendukung perjuangan warga korban lumpur Lapindo tersebut.

Dikatakannya, pembayaran ganti rugi tunai dan langsung layak diterima para korban lumpur yang sudah menderita sekian lama sehingga mereka bisa memulai kehidupan baru yang lebih layak.

Dari kacamata agama, katanya, para korban lumpur Lapindo merupakan orang-orang yang teraniaya yang jika berdoa akan sangat didengar oleh Tuhan.

"Apa jadinya jika akibat putus asa mereka mendoakan yang jelek-jelek bagi bangsa ini. Jadi, memperhatikan mereka jauh lebih penting daripada menjaga imej lewat reshuffle kabinet," katanya.

Kiai Nur mengaku lega ketika elite negara mulai menyadari bahwa berbagai musibah yang menimpa bangsa ini merupakan hukuman dari Tuhan sehingga beberapa kali menggelar acara pertobatan nasional.

"Tapi, pertobatan itu tak cukup hanya dengan menangis di (masjid) Istiqlal, melainkan harus diikuti dengan keberpihakan kongkrit pada rakyat," katanya.

Ditanya bukankah pemerintah telah melakukan langkah kongkrit dengan mewajibkan PT Lapindo membayar ganti rugi pada warga korban lumpur melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.14/2007, Kiai Nur menyatakan, langkah itu belum kongkrit karena baru pada tataran kebijakan, sementara yang dibutuhkan adalah aksi nyata.

"PT Lapindo memang harus bertanggungjawab, tetapi pemerintah yang notabene dibayar rakyat juga harus bertindak," katanya.

Sebelumnya salah seorang warga korban lumpur Lapindo yang turut ke Jakarta, Hari Purnomo, mengatakan, mereka menuntut ganti rugi tunai karena selain ingin segera memulai kehidupan baru secara normal, juga khawatir dipermainkan.

"Soalnya banyak nunggaknya," kata Hari ketika menemui Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Selasa (17/4), guna meminta dukungan ormas Islam terbesar di tanah air itu. (*/rsd)