
Tim psikolog yang sejak November tahun lalu mendampingi Rassya, memberikan keterangan. Satu tim terdiri dari tiga psikolog, terdiri atas Nunun, Nana, dan Deni. Nunun dan Deni, yang khusus menangani Rassya, mengatakan kondisi kejiwaan Rassya paska perceraian orang tuanya mengalami guncangan yang cukup berat.
"Dia (Rassya) dalam kondisi konflik keluarga antara mama dan papanya. Dalam keadaan seperti itu, dia berada dalam posisi yang sangat tidak nyaman. Seperti apa detailnya, sulit untuk di-describe-kan," ujar Deni ditemui di kantornya, Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, kemarin.
Dunia Rassya yang seharusnya diisi dengan masa kanak-kanak yang menyenangkan harus dicemari trauma dari konflik orang dewasa. "Perkembangannya jadi tidak fokus. Dia harus merasakan beban yang belum seharusnya," tambah lelaki berkaca mata itu. (kl/fia)
Lihat Profil: Tamara Bleszynski, Teuku Rafli Pasya