"Lebih dari 53% responden di daratan Cina mengatakan bahwa mereka memeiliki tingkat stress tinggi terkait pekerjaaannya selama 2006. Tingkat stress tersebut lebih tinggi dibanding survei yang dilakukan di negara lain seperti di Jepang, Singapura, dan Hong Kong," sebut laporan Hudson, seperti dikutip China Daily, di Beijing, Jumat.
Para pekerja yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan dilaporkan memiliki tingkat stress paling besar selama 2006, dengan sebanyak 45% responden yang mengatakan merasakan tingkat stress yang tinggi.
"Tingkat stress yang dirasakan para pekerja itu disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Cina tahun lalu," kata Angie Egan, general amajer Hudson Recruitmen (Shanghai) Ltd.
"Kebanyakan perusahaan menginginkan target pertumbuhan yang tinggi, seperti dengan meningkatkan produktivitas kepada para pekerja, terutama di sejumlah perusahaan yang baru," katanya.
Hampir seluruh sektor pekerjaan, sebanyak 36% responden mengalami stress karena meningkatnya volume pekerjaan.
Untuk mengurangi tingkat stress, sebanyak 61% responden mengatakan mereka menginginkan ditambahnya lagi pegawai untuk kuartal kedua tahun ini, dan dua% menginginkan tambahan pegawai untuk kuartal pertama 2007.
"Dari hasil survei kita, kenaikan rata-rata jumlah penerimaan pegawai di Cina sebetulnya telah tertinggi dibanding di semua negara di Asia," kata Angie.
Zhu Qingyang, sekjen Asosiasi Konsultan SDM Shanghai mengatakan, penelitian mengenai tingkat stress pegawai di Cina memang betul. "Tapi banyak pemuda di Cina yang menyatakan bahwa memperoleh pekerjaan adalah suatu pekerjaan sulit," katanya.
Ia mengatakan, banyak para pelajar di Cina yang tidak sesuai karirnya dengan pekerjaan dan sebelum mereka mengkritik kondisi itu, para pekerja sebaiknya menyesuaikan perilakunya.
Laporan tersebut mengatakan pula bahwa dari seluruh sektor pekerjaan, sektor perbankan ternyata yang paling banyak diminati, dengan 75% perusahaan mengatakan akan merekrut pegawai baru lagi tahun ini. (*/cax)