Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Kras, Aiptu Sigit Ramanto mengemukakan, pelaku menyerahkan diri dengan ditemani Idris (25), keponakannya warga Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih.
"Pelaku sempat mengalami depresi saat melarikan diri usai membunuh anaknya, sehingga akhirnya pelaku menyerahkan diri ke polisi," ujarnya di Polsek Kras.
Saat pelarian, lanjut dia, pelaku juga sempat bersembunyi di kuburan Desa Badal, Kecamatan Ngadiluwih. Namun hal itu tidak lama, melainkan langsung menuju rumah Idris, keponakannya.
"Atas dorongan keponakannya itu, akhirnya Muji mau menyerahkan diri dengan ke Polsek Kras," paparnya.
Dari keterangan warga sekitar, kata Aiptu Sigit, pelaku dikenal memiliki temperamen tinggi (temperamental). Bahkan hampir tiap hari sering marah dan adu mulut dengan istrinya.
Sementara itu, Muji yang saat ini ditahan di Polsek Kras, mengaku bahwa tindakannya itu dipicu karena kesal dengan Tumilah (55), istrinya yang saat itu membangunkan dirinya yang baru saja bekerja di sawah.
"Saya marah, enak-anaknya tidur dibangunin," ucapnya menceritakan saat itu lagi jengkel kepada istrinya.
Kemarahan Muji semakin menjadi, saat korban Heri Purwanto (20) anak tirinya, mengancam akan membunuh Muji jika tidak mau berhenti bertengkar dengan ibunya.
"Sebelum anak itu membunuh saya, saya bunuh dulu dia," kilahnya seolah-olah tidak menyesalkan kejadian itu.
Kejadian mengenaskan itu berawal dari Muji yang saat itu sedang diberitahu Tumirah, istrinya agar segera mandi usai pulang dari sawahnya, karena di rumah tersebut ada acara tahlilan.
Namun saat dibangunkan, Muji marah-marah kepada istrinya, sehingga Heri yang mengetahui kejadian itu bermaksud melerainya.
Tapi Muji malah tambah marah dan akhirnya mengambil kapak dan membacok leher serta punggung sebanyak tiga kali, hingga Heri tewas. (*/cax)