< >

21 BPR dan BKK di Jateng Lakukan Merger

Jum'at, 20 April 2007 21:37
Kapanlagi.com - Sebanyak 21 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Badan Kredit Kecamatan (BKK) di Jawa Tengah hingga April 2007 telah melakukan merger, agar mampu berkembang menghadapi berbagai tantangan.

"BPR/BKK yang merger telah menampakkan hasilnya, bahkan kita akan terus mengupayakan BPR/BKK di Jateng yang belum merger agar segera melakukan merger," kata Ketua Pembina BPR/BKK Jateng, Mardjijono, di Temanggung, Jumat.

Mardjijono mengatakan, kini ada delapan BPR/BKK di Jateng dalam proses merger antara lain BPR/BKK Kabupaten Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Wonosobo, Kebumen, Sukoharjo, dan Kota Magelang.

Bahkan, kini BPR/BKK di Kabupaten Kudus tengah menunggu izin Bank Indonesia (BI) dan Surat Keputusan (SDK) Gubernur Jateng untuk melakukan merger, katanya yang sehari-hari menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng.

Latar belakang merger BPR/BKK di Jateng antara lain adanya persaingan tak sehat antarBPR, pembatasan wilayah kerja, sehingga menyebabkan terjadinya kesenjangan kondisi antarBPR, memenehi enam konsep Arsitektur Perbankan Indonesia (API), yakni struktur bank harus sehat, efektif, kuat, infrastruktur harus cukup, dan perlindungan nasabah.

Dengan adanya merger diharapkan dapat mengatasi tantangan maupun keterbatasan yang selama ini menjadi kendala pengembangan BPR/BKK seperti tidak dapat bersinergi, permodalan, persaingan antarBKK, dan rentang kendali yang panjang, katanya.

Hasil evaluasi BPR/BKK di Jateng setelah merger antara lain terjadi peningkatan aset, pangsa pasar, jumlah kredit, modal disetor, SDM memiliki kualitas memadai, efisiensi operasional bank, dan mengalami perubahan paradigma menuju "good corporate governance".

"Kini komposisi pemegang saham setelah adanya pelepasan saham yang dimiliki PT Bank Jateng adalah sebanyak 51 persen milik Provinsi Jateng dan sebanyak 49 persen milik kabupaten/kota," katanya.

Ia mengatakan, aset, pendapatan, biaya, kredit, dan laba yang dimiliki BPR/BKK di Jateng setelah merger per tahun rata-rata mengalami peningkatan signifikan, sehingga hal itu sangat menggembirakan.

Aset BPR/BKK di Jateng tahun 2006 sebesar Rp2,2 triliun, dana pihak ketiga (DPK) Rp1,7 triliun, penyaluran kredit Rp1,7 triliun, pendapatan Rp510,8 miliar, biaya Rp446,2 miliar, dan laba Rp64,5 miliar.

Sementara itu aset BPR/BKK di Jateng tahun 2007 ditargetkan sebesar Rp2,5 triliun, DPK Rp1,9 triliun, penyaluran kredit Rp2 triliun, pendapatan Rp601 miliar, biaya Rp511,7 miliar, dan laba Rp89 miliar. (*/rsd)