
"Inti dari penulisan buku ini adalah bagaimana cara berpikir saya untuk lebih menghargai hidup. Tentunya tidak semua pengalaman saya bisa di-sharing dalam buku ini, tetapi pengalaman yang positif yang saya sharing."
"Saya anggap ini adalah waktu yang terbaik untuk meluncurkan buku. Setelah menjadi Putri Indonesia, saya menjadi tidak egois untuk membagi pengalaman saya," papar Nadine.
Nadine mengaku menulis diary merupakan kebiasaannya dari kecil dan sebagai penulis sebenarnya ini merupakan pengalaman baru, yang tentu disadari jauh dari kesempurnaan. Dan ia menyadari, banyak orang yang punya pengalamam hidup lebih dari dirinya untuk dibagi. Dalam buku ini, Nadine juga membagi pengalamannya saat menghadapi keputusasaan.
"Keputusasaan terjadi saat sulit untuk melakukan sesuatu. Saya hanya mencoba untuk memperbaiki diri dengan kesabaran dan intropeksi untuk hasil yang lebih baik. Kalau keluh kesah adalah hal yang wajar dan normal, tetapi jangan sampai berlarut, cari yang terbaik," jelasnya.
Dengan bahasa yang ringan, buku pertama Nadine ini terasa mudah untuk dipahami. Walaupun tidak ada kata-kata dan kalimat yang berat, namun tetap mengena pada tujuan. Jadi sangat pas kalau ditujukan pada para pembaca usia remaja, dimana mereka masih mencari apa dan bagaimana keinginan sesungguhnya. (kl/wwn)
Lihat Profil: Nadine Chandrawinata