"Kami targetkan lapangan KSO bisa menambah produksi minyak antara 15.000-18.000 barel per hari mulai tahun 2009-2010," kata Dirut Pertamina EP Kun Kurnely di Jakarta, Senin.
Menurut dia, tambahan produksi tersebut berasal dari lapangan KSO yang panandatanganan kontrak dengan para pemenangnya akan dilakukan pada Rabu (25/4).
Sayang, Kun enggan menjelaskan jumlah maupun nama-nama lapangan KSO yang menandatangani kontrak tersebut.
Namun, sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Pertamina EP Suharyanto mengatakan, penandatanganan kontrak lapangan KSO tersebut berjumlah 10 yang terdiri dari tujuh lapangan produksi dan tiga lainnya eksplorasi.
Para pemenang tender lapangan produksi KSO itu PT Pasific Oil & Gas di Perlak, NAD, PT Geo Corporation di Sungai Lilin, Jambi, PT Formasi Sumatra Energi di Tanjung Tiga Timur, Sumsel, PT Geraldo Putra Mandiri di Ibul Tenggara, Sumsel, PT Elnusa di Sambidoyong, Jabar, PT Duta Firza di Bangkudulis, Kaltim, dan PT Elnusa di Wiriagar, Papua.
Sedang, pemenang tender eksplorasi adalah PT Indelberg Indonesia Perkasa di Suci, Jateng, PT Saripari Pertiwi Abadi di Kendal, Jateng, dan PT Remaja Bangun Kencana di Kamundan, Papua.
Para pemenang tender akan mendapatkan bagi hasil maksimal 15 persen dari bagian Pertamina.
Menurut Kun, pihaknya berencana melakukan tender lapangan KSO lainnya atau tahap kedua sekitar Mei-Juni mendatang.
Pertamina telah berencana menenderkan sekitar 40-50 lapangan KSO yang terbagi menjadi beberapa tahap.
Penandatanganan 10 lapangan KSO tersebut merupakan tahap pertama tender yang prosesnya telah dilakukan sejak tahun lalu.
Saat itu, dari 14 lapangan KSO yang ditawarkan, sebanyak 42 proposal dari 29 perusahaan meminati 12 lapangan migas di antaranya.
Sedang, dua lapangan lainnya tidak mendapat peminat yakni Tanjung Barat, Kalsel dan Tebing, Sumsel.
Namun, Pertamina EP akhirnya hanya menetapkan pemenang tender di 10 lapangan KSO.
Dua lapangan lainnya yakni Tebat Agung, Sumsel dan Uno Dos Rayu, Sumsel tidak ada pemenangnya. (*/rit)