"Sampai triwulan pertama ekspor APV rata-rata mencapai 1.300 unit per bulan," kata Presdir Grup Indomobil Gunadi Sindhuwinata kepada ANTARA di Jakarta, Senin (23/04).
Ia mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan ekspor mobil serbaguna itu dengan target 3.000 unit per bulan ke berbagai negara terutama Timur Tengah, Afrika Selatan, dan India.
"Permintaan Suzuki APV di Timur Tengah cukup besar dan terus meningkat, yang dipakai untuk berbagai keperluan," katanya.
Saat ini Suzuki APV telah diekspor ke-62 negara di berbagai kawasan tersebut baik Timur Tengah, Afrika bagian Selatan, Asia Pasifik, dan lain-lain.
"Suzuki APV diekspor secara CBU sesuai permintaan negara tujuan, seperti stir kiri, bentuknya pick up, minibus, atau keperluan komersial lainnya," ujar Gunadi.
Berbeda dengan Suzuki APV yang dipasarkan di Indonesia, Suzuki APV yang diekspor mengusung mesin 1.600 cc, sedangkan di Indonesia 1.500cc.
Hal itu, terjadi karena berbagai negara tujuan ekspor memiliki standar ukuran mesin 1.600 cc, sedangkan mekanisme perpajakan di Indonesia menggunakan 1.500cc.
Lebih jauh Gunadi mengatakan saat ini pihaknya memiliki kapasitas produksi mobil Suzuki mencapai 130 ribu unit per tahun, yang diantaranya untuk memproduksi Suzuki APV sebanyak 3.000 unit per bulan baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Pemerintah cq Deperin sendiri memproyeksikan ekspor Mobil CBU dari Indonesia pada tahun 2007 akan meningkat menjadi sekitar 38 ribu unit atau naik dibandingkan tahun 2006 yang mencapai sekitar 30 ribu unit.
Menanggapi pertanyaan apakah peningkatan penetrasi pasar ekspor karena penjualan domestik masih lemah, Gunadi mengatakan sampai saat ini pihaknya masih optimis penjualan mobil di dalam negeri akan naik sekitar 15%.
"Penjualan mobil di dalam negeri sampai triwulan pertama ini masih dalam jalur pertumbuhan yang diperkirakan, sehingga sampai akhir tahun akan mampu menembus angka penjualan sekitar 380 ribu unit," katanya. (*/rit)