Dua pejuang garis keras tewas Minggu pagi di Nablus selama operasi militer Israel di kota Tepi Barat bagian utara itu, dan seorang lagi tewas ditembak kemudian di dekat Ramallah, daerah sebelah selatan lagi, ketika ia akan melemparkan bom bensin ke arah pasukan Israel.
Menanggapi kematian-kematian terakhir itu, gerakan Hamas yang berkuasa di Palestina mendesak kelompok-kelompok garis keras "bersatu dan menggunakan segala cara perlawanan untuk membalas pembantaian yang dilakukan pasukan pendudukan Israel".
Gerakan itu juga meminta Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghentikan segala pertemuan dengan pihak Israel. Abbas dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert telah setuju melakukan pertemuan setiap dua pekan.
Partai Fatah kubu Abbas, yang bergabung dengan Hamas dalam pemerintah persatuan Palestina, menuduh Israel "merongrong upaya-upaya untuk membangkitkan lagi proses perdamaian".
Brigade Syuhada Al-Aqsa, sayap bersenjata semi-independen Fatah, juga memperingatkan Israel agar tidak menyerang anggota-anggotanya.
Jumlah orang Palstina yang tewas pada akhir pekan itu merupakan yang teringgi sejak gencatan senjata diberlakukan di Jalur Gaza pada akhir November.
Palestina menuntut gencatan senjata juga diberlakukan di Tepi Barat, dimana Israel melakukan operasi "pencarian dan penangkapan" hampir setiap hari dengan sasaran pejuang garis keras dan mereka juga sering terlibat dalam bentrokan-bentrokan.
Sabtu, pasukan Israel membunuh lima orang Palestina di Jenin, sebelah utara Nablus. Empat orang dari mereka adalah pejuang garis keras, kata beberapa orang Palestina.
Seorang remaja berusia 17 tahun suadara dari aktivis Jihad Islam yang diburu juga tewas ketika pasukan Israel berusaha menangkapnya.
Seorang Palestina lagi tewas Sabtu malam dalam serangan udara di Jalur Gaza bagian utara. Pejuang Palestina sebelumnya melancarkan serangan roket rakitan dari daerah itu ke Israel.
Dua roket lagi ditembakkan ke Israel pada Minggu pagi, satu diantaranya menghantam langsung sebuah rumah di kota Sderot, yag berbatasan langsung dengan Gaza. Enam orang cedera dalam serangan tersebut. (*/cax)