< >

Di Tengah Kalah Populer dari Rudd, PM Howard Jelaskan Visi 2020 Partai Koalisi

Senin, 23 April 2007 14:56
Kapanlagi.com - Di tengah popularitasnya yang terus dibawah Pemimpin Oposisi Kevin Rudd dalam berbagai jajak pendapat, Perdana Menteri Australia John Howard, Senin, menyampaikan pidato pertamanya bertajuk "Australia Rising" yang menjelaskan tentang berbagai agenda ke depan Partai Koalisi.

Dalam pidato yang disampaikannya di Klub Media Queensland, Brisbane, itu, PM Howard seperti dikutip jaringan ABC dari Canberra mengatakan, penting untuk memahami bagaimana wajah dunia tahun 2020 supaya mudah mengembangkan berbagai kebijakan yang efektif bagi masa depan.

Howard meyakini bahwa dominasi Asia dan masyarakat kelas menengah akan meningkat nantinya dan sangat penting bagi Australia untuk tetap dapat membangun kekuatan perekonomiannya.

Dalam pidato pertama dari serangkaian pidato bertajuk "Australia Rising"-nya itu, ia menyerang sejumlah rencana kebijakan Partai Buruh seperti "menghapus legislasi pilihan-pilihan kerja" yang dianggapnya "akan merusak ekonomi, menghancurkan pekerjaan, dan melemahkan posisi Australia dalam kompetisi global yang semakin ketat".

Di hari yang sama, pemimpin oposisi Kevin Rudd, juga melakukan kampanye di Brisbane setelah kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat (AS).

Dalam perkembangan lain, Rudd dan Partai Buruh pimpinannya terus unggul atas Perdana Menteri John Howard dan partai koalisi yang berkuasa dalam berbagai jajak pendapat.

Harian "The Age" dan "Sydney Morning Herald (SMH)", Senin, melaporkan jajak pendapat (polling) yang dilakukan kedua surat kabar berpengaruh Australia itu menunjukkan Kevin Rudd masih unggul 51 persen dari Howard yang hanya mencapai 42 persen, sedangkan Partai Buruh 58 persen berbanding partai koalisi 42 persen.

Namun hasil jajak pendapat terakhir yang dilakukan kedua surat kabar milik Fairfax bersama ACNielsen itu menunjukkan bahwa kubu PM Howard dan partai koalisi yang berkuasa masing-masing naik tiga persen, sedangkan Rudd dan partai pimpinannya turun dua persen.

Jajak pendapat yang melibatkan 1.107 responden dan dilakukan sejak Kamis hingga Sabtu lalu itu menunjukkan bahwa umumnya pemilih lebih menyukai Rudd dibandingkan Peter Costello (kini menjabat Bendahara Negara Persemakmuran) sebagai PM jika Costello menggantikan posisi Howard.

Seperempat dari jumlah responden menolak menerima pemotongan pajak dalam anggaran negara bulan depan. Sebaliknya, dua pertiga lainnya mendukung pemotongan.

Dalam perkembangan lain, Kevin Rudd dan PM John Howard sama-sama menganggap biasa komentar konglomerat media dunia yang berpengaruh dalam perpolitikan Australia, Rupert Murdoch, yang disebut-sebut koran Australia "tampaknya mendukung Rudd sebagai perdana menteri".

Rudd dan Murdoch bertemu di New York pekan lalu. Keduanya juga bersantap malam bersama setelah perrtemuan yang berlangsung di kantor pusat "News Corporation" milik Murdoch di New York.

News Corporation dibangun Murdoch tahun 1980. Di antara surat kabar-surat kabar penting Australia yang dimiliki Murdoch adalah The Australian, The Courier Mail, Daily Telegraph, Herald Sun, Mercury dan Sunday Times.

Pemilu Australia dilaporkan berlangsung setelah penyelenggaraan KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Sydney September 2007. (*/cax)