Jika dirata-rata setiap orang memiliki tiga-lima orang anggota keluarga, berarti lebih dari lima juta orang yang menggantungkan hidupnya dari usaha batik, katanya usai peluncuran dua buku internasional, Grand Batik Interiors dan Icons of Art di Ramada Bintang Bali Resort, Kuta, Selasa sore.
Dalam acara yang dihadiri banyak tamu dari berbagai negara dan dari Jakarta itu, Joop Ave menyatakan bahwa kecintaannya terhadap kain batik telah terpatri sejak puluhan tahun lalu dan baru saat ini berhasil meluncurkan buku Grand Batik Interiors.
"Batik memiliki kekuatan luar biasa, dan juga menghidupi jutaan orang di Tanah Air. Oleh karena itu saya memiliki keinginan kuat untuk membantu mengembangkan batik melalui penerbitan buku ini. Batik akan lebih dikenal dunia internasional. Lihat saja tamu dari berbagai negara memiliki perhatian untuk hadir," ucapnya.
Selain menerbitkan buku yang mengupas produk kerajinan batik sebagai interior, Joop Ave juga sebagai penggagas penyusunan buku Icons of Art, yang mengupas berbagai benda seni dan peninggalan sejarah ratusan tahun lalu, yang merupakan koleksi Museum Nasional Jakarta. Penulisnya adalah para ahli di museum tersebut.
Joop Ave berharap melalui peluncuran dua buah buku itu akan dapat lebih memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional, lebih memperkenalkan batik dan khasanah seni budaya Nusantara, sehingga juga mampu mengundang minat kunjungan wisatawan mancanegara lebih banyak lagi.
"Selama ini sudah banyak yang menerbitkan buku serupa, tapi penulisnya orang asing. Sedangkan ini ditulis oleh kita sendiri, sehingga bisa lebih realistis dan mampu memberikan kemudahan pemahaman," tutur Joop Ave yang terlihat lebih ramping dan tampak lebih bugar.
Melalui peluncuran kedua buku tersebut, ia berharap selain akan lebih memperkenalkan Indonesia di dunia internasional, juga akan dapat lebih menyejahterakan kehidupan keluarga para perajin batik di berbagai daerah. "Batik memiliki corak yang begitu banyak, sesuai ciri khas daerah masing-masing. Karena itu merupakan potensi yang bisa dikembangkan untuk menjaring pasar lebih luas lagi," tambahnya.
Acara itu diantaranya juga dihadiri bintang film tahun 1960-an, Rima Melati, istri Gubernur Bali Ny Mas Beratha, Mery Northmore dari Yayasan Senyum yang mendapat kehormatan menerima miniatur kursi dengan interior batik, Bupati Badung AA Gede Agung bersama istri, anggota DPD RI Nyoman Rudana, dan Bupati Karangasem Wayan Geredeg bersama istri.
Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali I Gede Nurjaya memuji kiprah Joop Ave sebagai sosok pribadi dengan kreativitas yang tiada pernah berhenti. Tidak sedikit ide maupun pemikiran yang telah diluncurkan dan disumbangkan untuk kemajuan pembangunan bangsa dan negara ini, khususnya di bidang pariwisata, seni dan budaya. (*/rsd)