
"Saya rasa itu salah satu keteledoran kita karena kurang memperhatikan motif batik asli Indonesia sehingga diakui sebagai milik negara lain," ujar Adjie kepada di Jakarta, Selasa malam.
Dia mengatakan sedang berusaha mengumpulkan semua motif batik yang dimiliki Indonesia untuk dipatenkan, termasuk juga motif batik karyanya sendiri.
Menurut dia, motif-motif batik Indonesia itu harus dipatenkan sekarang, jangan sampai motif yang begitu bagus dan sulit dibuat lalu diakui negara lain.
Adjie juga mengatakan bahwa langkah tersebut harus segera diambil, contohnya seperti prakarsa Ibu Negara yang telah mematenkan kebaya sebagai hak milik Indonesia. Jadi tidak dapat diakui negara lain lagi.
"Saya tahu ada beberapa motif Indonesia seperti motif Madura ada di Museum Malaysia, diakui sebagai motif Malaysia," katanya.
Namun, menurut Adjie, Indonesia sendiri memiliki begitu banyak motif batik. Karena itu, rencananya akan dibuatkan kategori, seperti berapa jumlah motif Solo, berapa motif Yogyakarta, dan berapa motif Cirebon. "Jumlah motif batik Indonesia bisa mencapai ribuan dari banyak pulau di Indonesia," ujar dia.
Tidak hanya batik. Menurut Adjie, jumlah kain asli Indonesia seperti Sasirangan dari Kalimantan juga banyak sehingga juga perlu dipatenkan.
Karena jumlahnya yang ribuan, maka rawan sekali jika pihak Pemerintah Indonesia teledor dan membuat negara lain mengakui kain atau batik asli Indonesia, ujar dia. (*/erl)
Lihat Profil: Adjie Notonegoro