Kaum pria yang bersimbah peluh mendorong gerobak berisi jerigen penuh air dari sumur yang digali di satu sungai kering di dekat permukiman gubuk yang terbuat dari lumpur, tempat temperatur merangkak hingga di atas 40 derajat Celsius pada April.
"Kekurangan air sangat serius dan akut. Itu lah kebutuhan kami yang sangat mendesak, dan setelah itu, pendidikan," kata Sani Garba, penguasa tradisional di Muduru.
"Orang-orang ini hidup dalam kemiskinan, mereka memerlukan pekerjaan dan ketrampilan," katanya. "Kami berharap presiden baru akan membuat keadaan jadi lebih baik."
Itu adalah kisah yang populer di negara pengeksport minyak terbesar di Afrika, tempat kurang dari separuh dari 140 juta warganya memiliki akses ke air bersih dan satu dari lima anak meninggal sebelum mereka mencapai usia lima tahun.
Seperti banyak desa miskin di wilayah Muslim Nigeria utara, Muduru menjalani hidup miskin dari pertanian --salah satu dari tujuh sektor yang telah dijanjikan oleh Umaru Yar`Adua akan menjadi pilar pemerintahnya.
Negara yang terpanggang
Yar`Adua, gubernur negara bagian yang terpanggang matahari di bagian utara Nigeria, Katsina, dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Sabtu, kendati banyak pengamat telah mengatakan terjadi kecurangan besar dalam proses tersebut.
Dengan rendahnya harapan mengenai demokrasi, banyak warga biasa Nigeria sangat ingin Yar`Adua memusatkan perhatian pada masalah dasar.
"Yar`Adua harus menjaga agar para penjilat tak mendekatinya dan mendengarkan kebutuhan rakyat biasa Nigeria," kata Chris Ogeh, pejabat satu hotel di ibukota negara bagian Katsina di dekat Maduru. "Apa yang diperlukan rakyat Nigeria ialah air dan jalan."
Meskipun Yar`Adua telah mendapat pujian karena mendorong jaringan transportasi di Katsina selama delapan ia menjadi gubernur, banyak peneritik mengatakan ia gagal dalam masalah air dan pendidikan.
Muduru menderita akibat kekurangan prasarana penanaman modal yang juga mempengaruhi bagian lain negeri itu. Pipa saluran yang mestinya mengantarkan air ke desa sudah terlalu tua, kata warga desa.
Jaringan listrik Nigeria yang sudah usang, yang menjadi prioritas mantan presiden Olusegun Obasanjo, menghasilkan sedikit dari keperluan listrik di negeri tersebut, meskipun miliaran dolar AS telah ditanam di sektor itu.
Pemadaman listrik sering terjadi dan kadangkala berlangsung selama berhari-hari.
Oposisi menyatakan kebanyakan uang telah disedot oleh anggota korup dalam Partai Demokrasi Rakyat, yang berkuasa. Para pejabat penerap hukum memperkirakan hampir separuh dari US$40 miliar penghasilan tahunan dicuri atau tersia-siakan.
Yar`Adua, mantan dosen, adalah salah satu dari sedikit gubernur negara bagian yang tidak diperiksa oleh komisi anti-korupsi federal.
Banyak pengeritik mempertanyakan sebagian pengeluarannya sebagai gubernur, termasuk kontrak bernilai US$17 juta yang diberikan kepada satu perusahaan keluarga untuk membangun markas baru pemerintah.
Namun kemenangannya dalam pemilihan umum membuat banyak pendukungnya menari di jalan di Katsina.
"Ia orang baik, orang jujur, pekerja keras," kata Abdulrahaman Ismail (32). "Ia akan membuat kejutan di Nigeria." (*/cax)