< >

Pelatih: Pemain Persijap Terbebani Harus Menang

Rabu, 25 April 2007 22:34
Kapanlagi.com - Pelatih Persijap, Yudi Suryata mengakui, penampilan anak-anak yang turun dibanding pada pertandingan sebelumnya karena mereka terbebani harus menang di kandang sendri sehingga tampil tergesa-gesa untuk bisa mencetak gol.

"Kami akui memang permainan anak-anak menurun dibanding pertandingan sebelumnya (ketika menjamu Persibom Bolaang Mongondow) dan beban harus menang, membuat mereka tidak bisa tampil dengan baik," katanya usai timnya bertanding lawan Persma Manado di Stadion Kamal Junaidi Jepara, Rabu petang, yang berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Di samping itu, kata dia, anak-anak emosional karena kepandaian dari pemain Persma Manado yang bisa mengulur-ulur pertandingan tersebut, terutama pada saat bola mati.

Ia menambahkan, pemain juga terlalu percaya diri akibat kemenangan atas Persibom beberapa waktu lalu. "Anak-anak terlalu percaya diri," kata mantan pelatih Persipura Jayapura dan Deltras Sidoarjo itu.

Ia mengakui, pada awalnya pihaknya merasa bingung untuk memasang pemain depan, mengingat Mattias Santiago, berdasarkan keterangan dokter, terkena penyakit hernia dan harus istirahat satu bulan, sedangkan Noorhadi juga sakit dan harus istirahat tiga bulan.

Akibatnya, kata dia, pihaknya terpaksa memasang Fakhrudin dengan Leandro Braga, yang sebenarnya gelandang serang.

"Kami terpaksa memainkan Mattias di babak kedua karena kondisi Fakhrudin yang tidak baik (cedera). Saya juga berpikir apakah pemain ini bisa dimainkan saat melawan PSIM Yogyakarta dan Arema Malang mendatang," katanya.

Sementara itu Asisten Manajer Persma Manado Haery Sendoh menyayangkan kepemimpinan wasit dalam pertandingan ini. "Kalau agak sedikit membela tuan rumah, saya kira hal yang wajar tetapi ini sudah keterlaluan," katanya.

Hal itu diaungkapkan Haery Sendoh berkaitan dengan penalti yang diberikan wasit Anang Suryana kepada tuan rumah sehingga akhirnya mereka bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Ia menambahkan, target dua pertandingan di Jawa Tengah (Solo dan Jepara) adalah mendapatkan nilai, apakah itu menang atau kalah dan ternyata timnya bisa meraih dua angka pada dua pertandingan itu (sebelumnya juga seri 1-1 lawan Persis Solo).

Asisten Pelatih Persma Manado, Rudi Manumpil mengatakan, keberhasilan timnya meraih angka satu di Jepara karena anak-anak mampu menjalan instruksi pelatih dengan baik.

"Pemain bisa mengatur permainan, kapan main cepat dan kapan menurunkan tempo permainan," katanya.

Ketika ditanya penampilan Prsma yang bagus tetapi peringkatnya di papan bawah klasemen sementara Grup II, dia mengatakan, pihaknya mengakui pada pertandingan di kandang sendiri sering gagal meraih nilai penuh atau berakhir dengan hasil imbang.

"Kemungkinan anak-anak terbebani ketika tampil di kandang sendiri, padahal ketika main di kandang lawan, mereka bisa tampil bagus," katanya. (*/lpk)