< >

Soal Putaran Doha, Pascal Lamy Desak Kongres AS Perpanjang Wewenang

Kamis, 26 April 2007 10:28
Kapanlagi.com - Pemimpin Organisasi Perdagangan World (WTO) Pascal Lamy, Rabu mendesak Kongres AS untuk memperpanjang wewenang khusus perdagangan presiden untuk memajukan pembicaraan perdagangan global Putaran Doha yang macet.

Dalam kunjungan tiga harinya di Washington, direktur jenderal WTO itu mengatakan ia telah bertemu dengan para pemain utama dalam perdagangan AS dan telah menghabiskan "kebanyakan waktu saya" dengan anggota Kongres.

Lammy, yang berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perwakilan Dagang AS Susan Schwab, mengatakan ia telah menyampaikan pesan mengenai Otoritas Promosi Perdagangan (TPA) "fast track" Presiden AS George W. Bush.

Berdasarkan TPA lima tahunan, yang ditetapkan habis masa berlakunya pada 1 Juli, Bush memiliki wewenang untuk menyerahkan kesepakatan perdagangan untuk persetujuan yang dipercepat oleh pembuat undang-undang melalui pemungutan suara langsung "ya" atau "tidak", tanpa amandemen.

"Kita mendekati masa-masa genting dalam Putaran Doha," kata Lamy seperti yang disampaikan kepada anggota Kongres, yang sejak Januari dipimpin oleh oposisi Demokrat yang kemungkinan menolak untuk memperpanjang TPA kepada prediden dari Republik.

"Kita memerlukan Kongres untuk menyadari bahwa kegiatan, mosi, tekad, kemajuan Otoritas Promosi Perdagangan yang diperpanjang penting bagi momentum dalam perundingan."

Putaran Doha, yang diresmikan pada 2001 di ibukota Qatar, telah berulang kali gagal mencapai tenggat waktu ketika sejumlah negara kaya dan berkembang bersusah payah mencapai kesepakatan mengenai pembukaan perdagangan pertanian, barang industri dan jasa.

Schwab memunculkan kemungkinan pertemuan tingkat menteri negara yang dikenal dengan "Group of Four" -- Uni Eropa, Amerika Serikat, Brazil dan India -- di sela-sela pertemuan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Paris pada pertengahan Mei.

Sehari sebelumnya Pascal Lamy mengatakan kepemimpinan Amerika Serikat akan menentukan nasib keberhasilan perundingan Putaran Doha.

Dalam pidatonya di hadapan Kamar Dagang AS di Washington, Lamy menegaskan Kongres dan pemerintah AS harus menunjukkan kepemimpinan dalam beberapa pekan ke depan karena hal itu merupakan kunci keberhasilan perundingan perdagangan itu.

Lamy juga mengingatkan kepemimpinan AS dan Uni Eropa, yang juga pernah menentukan nasib perundingan Putaran Uruguay pada 1995, sangat penting demi kesuksesan pembahasan itu.

Selain itu, kepemimpinan dari negara-negara kunci dari kelompok negara baru muncul dan negara berkembang juga sama penting. (*/rit)