Forum dua hari yang akan dibuka Jumat (27/4) dengan 150 peserta itu, antara lain turut hadir Raja Yordania King Abdullah II, Menteri senior Singapura Goh Chok Tong dan juga Mentor Menteri Lee Kuan Yew, bapak pendiri negara kota itu.
Perwakilan bisnis, kalangan pemerintah dan juga non-pemerintah, berbagai organisasi di mana diperkirakan menghadiri forum tersebut.
"Banyak dipercaya bahwa dua kawasan itu masih sedikit dalam kebersamaan," kata Saeed al-Muntafiq, ketua Pemimpin dewan direktur Young Arab Leaders.
"Kami telah menemukan dasar kebersamaan yang cukup untuk bekerjasama dalam berbagai proyek mencakup bidang bisnis, pendidikan, kesehatan dan juga media--proyek-proyek yang belum ditangani kami merupakan tantangan bersama tetapi juga untuk membantu menjembatani kesenjangan budaya dan sosial antara Asia dan dunia Arab," katanya dalam sebuah pernyataan.
Forum tersebut diadakan bekerjasama dengan Institut Administrasi Bisnis Eropa, Lee Kuan Yew Political College, Al-Khaleej Research Centre dan Dubai School of Government.
"Selama 20 tahun terakhir, ke dua kawasan itu telah mencerminkan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata al-Muntafiq, dengan mencatat perdagangan telah naik tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Hampir setengahnya dari seluruh ekspor dunia Arab adalah dikirim ke seluruh Asia dan sekitar seperlima dari ekspor Asia dikirim ke dunia Arab, tambahnya.
"Selama 30 tahun ke depan, Asia akan menjadi tuan rumah tiga dari empat ekonomi terbesar di dunia," al Muntafiq menambahkan. (*/rit)