St. Lucia, pulau wisata beralam tropis yang panjangnya hanya 43 kilometer itu, menyatakan berniat untuk memutuskan hubungan dengan Beijing dan melanjutkan kembali hubungan-hubungan dengan Taiwan, setelah terputus selama 10 tahun, kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, David Wang.
Jalinan kembali hubungan kedua negara ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri Taiwan, James Huang berkunjung ke St. Lucia bulan lalu.
Cina, yang memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya daripada sebagai satu negara terpisah, melarang sekutu-sekutu diplomatiknya untuk melakukan kontak-kontak resmi dengan Taipei.
"Kami, memang, ingin mempunyai lebih banyak sahabat internasional, tapi kami tak ingin mempunyai permainan kosong dengan Cina," kata Wang.
Taiwan mempunyai hubungan 24 diplomatik dan telah kehilangan mereka sekitar satu negara per tahun sejak tahun 2000, pada saat status Cina kian berkembang di dunia. Taiwan menawarkan bantuan untuk dibalas dengan pengakuan diplomatik.
St. Lucia, yang berpenduduk 165.000 jiwa, adalah sekutu diplomatik Taiwan selama 13 tahun. Namun hubungan tersebut terputus pada tahun 1997, saat partai yang memerintah berubah.
Taiwan dan Cina bersaing, kadang-kadang melalui buku cek diplomasi, bagi pengakuan diplomatik di wilayah-wilayah yang miskin, seperti di Amerika Latin.
Namun jurubicara Kementerian Luar Negeri di Taipei mengatakan, St. Lucia tidak dibayar untuk penyambungan kembali hubungan diplomatiknya itu.
"Kami sangat berbaik hati, namun kami tak pernah menggunakan buku cek diplomatik," kata Wang.
Kementerian Luar Negeri Cina Kamis menolak untuk mengomentari hal itu. (*/cax)