Akibatnya, baik jalur Sidoarjo-Porong maupun Porong-Sidoarjo ditutup total oleh warga korban lumpur. Aksi pemblokiran jalan dilakukan dengan menggunakan empat truk yang diparkir di tengah jalan baik di jalur menuju Sidoarjo maupun Porong.
Akibatnya jalan utama yang menghubungkan Pasuruan-Sidoarjo itu lumpuh total. Puluhan warga Siring dan empat desa lainnya masing-masing Kelurahan Jatirejo, Renokenongo, Siring dan Kedungbendo juga berorasi di depan Tugu Kuning Desa Siring.
Sempat terjadi insiden kecil di lokasi penutupan Jalan Raya Porong dekat Tugu Kuning, dimana seorang pengendara nyaris dihajar warga yang memblokir jalan.
Kejadian itu bermula ketika pengendara tersebut sempat nekat ingin menerobos blokade jalan yang dibuat warga. Sempat terjadi adu mulut, bahkan hampir terjadi pemukulan. Beruntung, ada warga yang melerainya dan pengemudi itu tidak jadi melewati jalan itu.
Kasatlantas Polres Sidoarjo Andi Yudianto mengatakan, akibat penutupan jalan oleh warga empat desa itu, jalan yang menuju Sidoarjo maupun Malang melalui Jalan Raya Porong ditutup total.
Arus kendaraan dialihkan melalui Mojosari Mojokerto. Begitu juga dari Surabaya jalur terpaksa dialihkan dari Krian-Pabrik Kertas Pakerin-Mojosari-Pandaan. Sementara dari Malang atau Pasuruan yang menuju Surabaya dilewatkan Pandaan-Mojosari-Krian atau bisa juga tembus Sidoarjo Kota.
Menurut Andi, aksi pemblokiran ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Kamis (26/4) malam. Namun setelah tengah malam mereka kembali ke rumah kontrakannya. Namun ada juga yang tidur di jalanan.
Selain, melakukan aksi bolakde Jalan Raya Porong, sebagian warga dari empat desa itu juga "menduduki" DPRD Sidoarjo.
Warga yang kebanyakan dari warga Kedungbendo dan Renokenongo ini tidak mau beranjak dari gedung DPRD sebelum ada kejelasan soal ganti rugi. Bahkan, warga yang sebelumnya sudah pulang ke kontrakannya kembali lagi ke gedung DPRD dan jumlahnya semakin bertambah.
Khoirul Huda, salah satu koordinator warga Jatirejo mengatakan, aksi warga ini akan terus berlangsung hingga kejelasan ganti rugi itu benar-benar terpenuhi. Hal itu, karena selama ini warga hanya dibohongi oleh Lapindo saja.
"Warga akan menggelar aksi ini sampai tuntutan kami dipenuhi. Kalau kami amati sebenarnya yang tidak punya etiket baik adalah Lapindo sendiri, bukan warga. Warga ini sebenarnya sudah sabar, tapi kesabaran warga ini saat ini sudah habis. Jangan salahkan kalau sampai warga berbuat yang anarkis," ancamnya.
Konsentrasi warga saat ini terpecah menjadi dua, sebagian warga terkonsentrasi di Jalan Raya Porong depan Tugu Kuning Desa Siring, sebagain menduduki gedung DPRD. Penjagaan aparat kepolisian juga cukup ketat. Jalan-jalan masuk ke DPRD ditutup total, begitu juga dengan penjagaan di Porong juga cukup ketat.
Hingga saat ini, jumlah pasukan yang diturunkan kurang lebih sekitar 11 SSK (satuan setingkat kompi) yanga berasal dari Brimob, Dalmas dan kendaraan rantis serta watercanon yang sudah di siapkan di depan pintu masuk DPRD. (*/cax)