< >

Warga Kalsel Sangksikan Janji Kepala Pertamina Soal Premium

Minggu, 29 April 2007 08:40
Kapanlagi.com - Warga masyarakat di berbagai kota dan kabupaten Provinsi Kalimantan Selatan menyangsikan keterangan Kepala Pertamina Unit IV Banjarmasin yang menjanjikan pasokan dan distribusi BBM jenis premium segera normal.

"Saya kira keterangan Kepala Pertamina Banjarmasin di hadapan Komisi III bidang pembangunan DPRD Kalsel beberapa waktu lalu hanya sebuah basa-basi, kalau tak mau dikatakan sebuah kebohongan publik," ucap Abdullah (45) warga Banjarmasin Timur, Sabtu.

Kepala Pertamian Unit IV Banjarmasin, Budi Satio Hartono saat rapat dengar pendapat dengan komisi III DPRD Kalsel baru-baru tadi menjanjikan suplai dan distribusi premium dan elpiji di Kalsel segera normal.

Sementara antrian untuk mendapatkan premium di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) juga mengisi pun tetap terbatas, seperti kendaraan bermotor roda empat maksimal Rp100 ribu dan seperda motor maksimal Rp15 ribu.

Kalau pemiliki atau pengemudi kendaraan bermotor mau mendapat lebih dari pembatasan tersebut, maka harus beberapa kali ikut antre pada SPBU itu atau ke SPBU lain, lanjut ayah dari tiga anak tersebut yang diaminkan rekannya Jali (35), warga Banjarmasin Selatan .

Begitu pula mengenai elpiji, yang ketika itu (pertemuan dengan Komisi III DPRD Kalsel) pekan depan akan normal kembali dan harga pun akan menurun, ternyata sampai kini atau sudah hampir sepekan harganya tidak beranjak turun dari Rp90.000/tabung (isi 12 Kg) dan barangnya masih tah mudah dicari.

Beberapa warga mempertanyakan pula sikap wakil rakyat yang duduk di Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi itu seakan mau saja dibohongi Kepala Pertamina Banjarmasin tersebut, dimana sampai saat ini nyaris tak terdengar suara anggota Dewan yang menggugat atau mempermasalahkan kembali masalah BBM di Kalsel.

Ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kalsel, Kepala Pertamina Banjarmasin, Budi S Hartono menerangkan, kelangkaan BBM berupa jenis premium dan elpiji selama beberapa pekan terakhir karena sedang pemeliharaan (perawatan) kilang minyak Balikpapan di Kalimantan Timur.

Tapi dalam sepekan mendatang insya Allah suplai premium dan elpiji akan normal kembali, sehingga harga eceran di pasaran bisa turun kembali mendekati harga resmi pemerintah yaitu untuk premium per liter Rp4.500 dan elpiji per tabung isi 12 Kg di bawah Rp70.000, ujar Budi.

"Semoga dalam masa reses anggota DPRD Kalsel selama empat hari hingga 30 April 2007, para wakil rakyat tersebut mengetahui dan menyerap aspirasi masyarakat dengan baik dan benar, termasuk masalah BBM," ujar Abdullah dan Jali yang sama-sama selaku penaik ojek.

Harga kedua jenis BBM tersebut sekarang untuk daerah Hulusungai Kalsel eceran premium di luar SPBU berkisar antara Rp5.000 sampai Rp7.500 per liter dan elpiji masih sekitar Rp100.000 per tabung isi 12 Kg.

Sementara di Banjarmasin eceran premium pada pedagang kaki lima (PKL) berkisar antara Rp5.000 - Rp6.000 per liter, tergantung jau-dekatnya mereka mengabil dari SPBU serta tingkat kesulitan seperti lamanya antre untuk mendapatkan BBM tersebut, dan harga eceran elpiji sampai saat ini belum masih tetap sekitar Rp90.000 per tabung isi 12 Kg. (*/erl)