< >

Polisi Bantah Tewasnya Pengendara Motor Akibat Dikejar

Senin, 30 April 2007 08:55
Kapanlagi.com - Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kediri, Jawa Timur, membantah tewasnya pengendara motor nomor polisi AG-2903-JJ di perlintasan kereta api Ngronggo akibat lari dari kejaran polisi.

"Tidak benar kalau korban meninggal dunia karena ketakutan saat dikejar petugas kepolisian," kata Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri Iptu Surono kepada wartawan di Kediri, Senin.

Ia bahkan menduga korban bernama Anam (27), warga Desa Tanggul Sanan RT 01/RW 02, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Minggu (29/4) dinihari akibat mabuk saat mengendarai sepeda motor.

"Dalam keadaan mabuk, korban kalut saat melihat petugas kami di Pos Penjagaan Jetis, sehingga begitu melintas di perlintasan kereta api Ngronggo tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga terpental," ujarnya meluruskan.

Sejak empat hari terakhir, petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang melakukan pekerjaan pemasangan lempengan baja di atas perlintasan kereta api Ngronggo.

Oleh sebab itu, separo badan jalan di perlintasan kereta api yang menghubungkan Kediri dengan Tulungagung itu ditutup.

Keterangan Surono berbeda dengan seorang saksi mata bernama Angga yang menceritakan, bahwa pada saat kejadian korban memacu kendaraannya Yamaha F1-R dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran dua anggota polisi yang berada di belakangnya.

Namun begitu tiba di perlintasan kereta api Ngronggo, sepeda motor korban menabrak rel yang sedang diperbaiki di perlintasan tersebut sehingga korban pun terpental sejauh beberapa meter.

"Pengendara sepeda motor juga tidak memperhatikan rambu yang terpasang di atas perlintasan kereta api yang sedang diperbaiki itu," ujarnya mengungkapkan.

Menurut Angga, dua petugas kepolisian itu bukan malah memberikan pertolongan, tapi membiarkan korban kecelakaan tersebut dengan luka serius pada bagian kepala.

Akhirnya Angga dan beberapa rekan di sekitar tempat kejadian perkara membawa jenazah Anam ke Unit Gawat Darurat RSUD Gambiran dinihari itu juga.

Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi di kawasan Pagu, Kabupaten Kediri yang berbuntut kerusuhan antara warga dengan petugas kepolisian.

Bahkan dalam kejadian itu, motor patroli petugas Sabhara Polres Kediri dibakar massa dan kasusnya ditangani pengadilan negeri setempat. (*/cax)