
"Tantangan terberat adalah gue harus bilang ajip (enak) untuk semua makanan yang kita eksplor," katanya di Jakarta, Senin (30/4).
Ia mengungkapkan, dalam salah satu episode tentang sate kambing, ia terpaksa nekat menyantapnya, meski itu merupakan pantangan bagi pengidap tekanan darah tinggi seperti dirinya.
"Biar gimanapun harus gue makan. Besoknya, waktu mau syuting kepala gue rasanya dik-dik," kata artis pendukung film MENGEJAR MATAHARI dan JAKARTA UNDERCOVER tersebut.
Nikmatnya Dunia telah tayang sejak 21 Februari 2007. Program kuliner semi petualangan ini mengungkap berbagai keunikan makanan khas berbagai daerah di Nusantara, termasuk cara penyajian dan tempat berjualan.
Salah satu episode yang membuat Fauzy terhenyak, adalah ketika ia harus makan lesehan di Jogja, dimana tempat makannya di dapur dan dekat sekali dengan kakus.
"Kebayang gak sih?" ujarnya setengah bertanya, menggambarkan situasi yang ia hadapi saat itu.
Selain segmen kuliner, program yang kini tayang seminggu dua kali, Kamis dan Sabtu pukul 10.30 WIB, juga menampilkan segmen lain termasuk cerita perjalanan, petualangan dan hobi unik.
Menurut pihak rumah produksinya, kunci utama dalam pekerjaan mempersiapkan tayangan Nikmatnya Dunia adalah berjuang keras mencari berbagai tempat unik di tiap pelosok tanah air, yang jarang terpantau publik maupun kalangan media massa.
"Di episode-episode mendatang kita akan ke Banda, Ternate, dan Papua," kata Fauzy. (*/boo)
Lihat Profil: Fauzi Baadilah