
"Buruh adalah salah satu elemen penting dalam sebuah perusahaan dan dunia bisnis, karena itu upah buruh seharusnya mampu menyejahterakan kehidupan mereka," kata Peggy di Jakarta.
Istri Wisnu Chandra itu mengatakan, nasib buruh di Indonesia masih banyak yang memprihatinkan. Meski demikian, Peggy tak serta merta menyalahkan para pelaku dunia usaha terkait kondisi yang terjadi ini.
"Kita tidak bisa melihat dari aspek buruh saja, kita harus melihat dari berbagai sisi. Kondisi ekonomi kita masih bergerak menuju perbaikan, iklim investasi belum stabil, dan peraturan pemerintah juga masih belum memberikan keadilan," kata pemimpin Yayasan Intan Cita Prakarsa ini.
Terkait aksi demo yang berdampak pada kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan, Peggy mengaku tak merasa terganggu. Baginya, Hari Buruh Sedunia adalah milik para buruh untuk merayakannya.
"Saya tidak merasa terganggu, apalagi mereka memperjuangkan nasibnya," katanya. (*/bun)
Lihat Profil: Peggy Melati Sukma