Dari lokasi pasar yang menjual aneka barang seni, kerajinan, suvenir dan kain, yang menjadi langganan wisatawan domestik maupun turis asing itu dilaporkan, petugas pemadam kebakaran yang mengerahkan lebih 20 unit mobil pemadam, tampaknya kewalahan mengendalikan kobaran api, sehingga terus membesar dan merembet ke lokasi sekitarnya.
Kobaran api yang semula merembet ke arah selatan, kemudian melumat toko-toko di lantai IV, juga meluas sesuai arah angin ke utara, dan sudah mulai membakar bagian atap Restoran Hongkong yang bangunannya berada di samping pasar tersebut.
Kebakaran yang melanda pasar yang lokasinya berseberangan dengan Pasar Badung yang dipisahkan Tukad (sungai) Badung yang membelah Kota Denpasar itu, semakin sulit dikendalikan karena ribuan warga dan pedagang memadati kawasan sekitarnya.
Para pedagang dibantu pekerja berusaha menyelamatkan barang dagangannya, dengan nekad masuk ke lantai I dan II, serta bagian lantai III yang belum terbakar. Petugas keamanan berulang kali melarangnya, termasuk melalui pengumuman lewat pengeras suara, namun para pedagang bersama pekerja tetap nekad mendekati kobaran api.
Di tengah-tengah upaya memadamkan kobaran api yang masih mengalami kesulitan, terlihat dua orang petugas pemadam kebakaran dalam kondisi lemas dan ada bagian tubuhnya yang terbakar, dibopong menuju mobil ambulans, dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Petugas pasar juga nekad berusaha menyelamatkan aneka arsip dari kantor pasar. Sehingga kawasan sekitar pasar padat oleh ribuan orang dan lalu-lalang mobil pemadam kebakaran menjadi terhambat.
Jalan Gajah Mada yang menghubungkan Jalan Thamrin-Jalan Arjuna, tembus Balaikota, juga ditutup untuk lalulintas umum. Arus lalulintas dialihkan ke Jalan Wahidin, sedangkan yang menuju Jalan Sumatera melalui Jalan Ternate.
Pejabat yang nampak di lapangan diantaranya Wakil Walikota Denpasar, Ida Bagus Ray Darma Wijaya Mandra, didampingi Assisten II, Ketut Wisada SE, selain dari kepolisian. Namun belum diperoleh informasi penyebab kebakaran yang diduga berawal dari Toko Dearni di Lantai III itu. (*/cax)