< >

Jeda Istighotsah, Warga Korban Lumpur Blokir Rel KA

Rabu, 02 Mei 2007 15:41
Kapanlagi.com - Saat jeda "istghotsah", warga korban lumpur Lapindo dari Kelurahan Siring, Jatirejo, Renokenongo (Porong), Kedungbendo, (Tanggulangin) nekad memblokir rel kereta api (KA) yang melintas di Siring, Porong, Sidoarjo, Rabu.

Puluhan orang berdiri di tengah rel, akibatnya, sekitar pukul 13.00 WIB, KA Sri Tanjung dari Banyuwangi yang menuju Surabaya terpaksa tidak bisa meneruskan perjalanan.

Beruntung ada seorang tokoh masyarakat setempat, Nasiyudin yang berhasil meredam aksi ini. "Ngak usah pakai cara ini (blokir rel KA). Sebentar lagi khan sudah ada keputusan," kata tokoh NU dari Kelurahan Siring itu, menenangkan warga.

Warga yang memblokir pun akhirnya melunak. Setelah sempat terhenti 20 menit, KA Sri Tanjung bisa meneruskan perjalanan menuju Surabaya.

Ratusan warga empat desa korban luapan lumpur Lapindo Brantas Inc, masing-masing dari Kelurahan Siring, Renokenongo, Kedungbendo, dan Jatirejo menggelar "istigotsah" di Jalan Raya Porong, tepatnya di pertigaan Siring.

Akibatnya, Jalan Raya Porong dua arah ditutup total dan arus lalu lintas lumpuh total sejak pukul 05.00 WIB. Warga juga mengancam tetap akan memblokir Jalan Raya Porong hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Warga keempat desa tersebut, menginginkan agar dokumen petok D dan letter C diakui sebagai bukti kepemilikan tanah yang sah seperti serfitikat.

Warga juga memberikan tenggat waktu hingga 29 Mei 2007 penyelesaian pembayaran ganti rugi 20 persen yang dijanjikan.

"Istighosah" ini juga mengiringi doa agar 16 orang perwakilan empat desa itu berhasil mengolkan tuntutan mereka saat bertemu dengan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah di Jakarta, Rabu (2/5) siang ini.

Akibat kegiatan ini, kendaraan umum terpaksa harus dialihkan melalui Porong-Krembung-Tulangan-Sidoarjo. Namun, bagi truk sirtu yang akan menanggul di tanggul cincin terpaksa harus berhenti menunggu kegiatan itu selesai.

Akses jalan bagi truk sirtu yang hendak ke pusat semburan terputus total, akibat jalan akses Porong dipakai untuk "istighotsah" warga.

Jalan akses sebelah timur melalui Renokenongo saat ini tidak bisa dipakai, karena terkena lumpur akibat luberan lumpur dari tanggul cincin (over topping), sehingga satu-satunya jalur adalah ke Siring.

Tapi karena jalur di Desa Siring tertutup seiring adanya aktivitas warga, terpaksa penanggulan berhenti total.

Deputi Bidang Operasional Badan Penangggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Sofian Hadi mengatakan, truk-truk pengangkut sirtu itu tetap bisa masuk ke tanggul cincin lewat eks jalan tol Gempol-Porong masuk ke tanggul kanal Barat lewat Desa Pejarakan.

Sementara itu, pantauan di pusat semburan, tanggul cincin titik 44, 45, dan 47 kembali mengalami over topping.

Over topping kali ini cukup parah, karena hampir semua tanggul cincin terkena luberan lumpur panas. (*/cax)