Siswi MAN 3 Kediri Dipaksa Lepas Jilbab dan Angkat Rok
Kapanlagi.com - Lima siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Kediri dipaksa membuka jilbab dan mengangkat rok yang mereka kenakan saat mengikuti seleksi Paskibra. Mereka mengaku dipaksa melepas jilbab yang dikenakan sebagai syarat menjadi pasukan pengibar bendera. Panitia berdalih hal itu demi kerapian dan kekompakan performance anggota Paskibra. Kepala Sekolah MAN 3 Kota Kediri, Abu Aman menjelaskan, peristiwa memalukan tersebut terjadi ketika kelima siswinya yang duduk di bangku kelas II, yakni Sabrina Amalia, Salisa, Ernina Kustiarini, Angga Atma Proboningrum dan Liana tengah mengikuti seleksi penerimaan anggota Paskibra tingkat daerah. "Saya diminta Diknas Kota Kediri mengirimkan 10 peserta seleksi untuk diajukan sebagai calon Paskibra. Karena beberapa hal, saya hanya mengirimkan 3 pria dan 5 perempuan untuk mengikuti seleksi," jelas Aman, Rabu (2/5/2007). Karena itu, Aman kemudian meminta Yusuf Karomaini, Pembina OSIS MAN 3 untuk mengantarkan 8 siswanya mengikuti seleksi di Gedung Nasional Indonesia (GNI) tanggal 25-26 April lalu. Saat itulah kelima siswi perempuan tersebut mengadu kepada Yusuf telah menerima perlakukan tidak manusiawi dari panitia seleksi yang diketuai Kasi Olah Raga Diknas Kota Kediri, Suwito. Selain itu, kelima peserta perempuan itu juga dipaksa mengangkat rok panjang yang mereka kenakan hingga di atas lutut. Hal itu untuk mengetahui apakah mereka menderita kelainan kaki berbentuk O atau X, hingga dinyatakan layak menjadi anggota Paskibra. "Jelas itu melanggar hak-hak dasar sebagai seorang perempuan Muslim. Peraturan itu membatasi kaum berjilbab untuk berkarya," protes Abu Aman. Karena itu, ia mengaku telah membuat surat protes kepada panitia Paskibra tingkat daerah untuk merubah aturan tersebut. Apalagi dalam beberapa event pengibaran sang Merah Putih di Istana Negara, banyak terdapat anggota Paskibra perempuan yang mengenakan jilbab. Sayangnya, hingga kini surat tersebut masih belum mendapatkan jawaban dari Diknas Kota Kediri. Abu Aman berjanji akan menarik seluruh siswinya yang menjadi peserta seleksi Paskibra jika Diknas tidak merubah aturan tersebut. (*/rsd) |