"Dari pengalaman itu saya belajar bahwa jurnalis memang harus selalu siap dengan segala resiko profesi, tapi tidak dengan keluarga saya yang sangat sedih," kata Meutia saat berbicara pada seminar Hari Kebebasan Pers Sedunia di Jakarta, Rabu (2/5).
Menurut dia, keluarga yang ditinggalkan di rumah saat dirinya meliput belum bisa menerima resiko terburuk yang harus dihadapi seorang jurnalis
Dalam presentasinya Meutia mengungkapkan, sebagai jurnalis ia sangat percaya diri dan siap dengan segala konsekuensi saat ditugaskan ke daerah konflik atau perang.
"Tapi, dengan kejadian itu, sekarang saya mulai menanamkan dalam diri saya kapan harus terus maju dan kapan saya harus berhenti," ujar Meutia yang diculik gerombolan bersenjata di Irak bersama rekannya Budiyanto. (*/boo)
Lihat Profil: Meutia Hafidz