Belasan siswa SD yang masih mengenakan pakaian sekolah bergabung bersama sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung, melakukan aksi di Tugu Adipura (Gajah) Bandarlampung.
Siswa SD itu dengan membawa kertas karton yang berisi berbagai tuntutan soal masalah pendidikan, berjajar rapi di jalan-jalan sekitar Tugu Adipura tersebut.
Mereka juga membawa keranda mayat bertuliskan "Matinya anggaran pendidikan Rp98 miliar di Provinsi Lampung," dan mengelilingi tugu tersebut.
Sementara Gerakan Pembaharuan Pemberantas Korupsi (GPPK) yang ikut serta dalam aksi itu menuntut transaparansi setiap anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD dan APBN.
Koordinator GPPK M Kiki, mengatakan, berdasarkan realita di Indonesia masih banyak yang buta aksara, nakan di kota besar banyak yang tidak mengecap dunia pendidikan dan banyak juga yang putus sekolah dikarenakan besranya biaya pendidikan.
Karena itu, GPPK mendesak pemerintah meraelaisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen baik dari APBD maupun APBN, serta meminta gubernur Lampung mengistruksikan kepada seluruh dinas pendidikan di 10 kabupaten/kota untuk merealisasikan anggaran tersebut.
Tidak lama berselang ratusan mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bersatu untuk Pendidikan (FMBPL) juga melakukan aksi unjuk rasa di tempat yang sama menuntut perbaikan sistem pendidikan dan realisasi anggaran pendidikan. (*/rsd)