< >

10 Rektor di Yogyakarta Desak Reaktualisasi Pendidikan Pancasila

Rabu, 02 Mei 2007 21:07
Kapanlagi.com - Sepuluh rektor perguruan tinggi di Yogyakarta mendesak pemerintah dan seluruh lembaga pendidikan di Indonesia untuk melakukan reaktualisasi pendidikan Pancasila.

"Desakan ini merupakan pernyataan keprihatinan setelah melihat hilangnya pendidikan Pancasila dari dunia pendidikan," kata Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sofian Effendi, Rabu, yang tampil sebagai juru bicara sepuluh rektor tersebut.

Sepuluh rektor perguruan tinggi tersebut berasal dari UGM, UII, Universitas Atmajaya, Universitas Janabadra, UPN Veteran, UIN Sunan Klijaga, Universitas Taman Siswa, Universitas Sanata Dharma, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Menurut Sofian, saat ini tercatat 70 persen perguruan tinggi negeri tidak lagi mengajarkan kuliah Pancasila, karena itu pemerintah dan lembaga pendidikan perlu segera melakukan reaktualisasi pendidikan Pancasila.

Desakan reaktualisasi pendidikan Pancasila tersebut merupakan hasil rumusan dari sarasehan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bertema "Sistem Pendidikan Nasional untuk Membangun Peradaban Indonesia yang Dijiwai Nilai-Nilai Pancasila". Ketua Tim Perumus Sarasehan Hardiknas, Prof Sutaryo pada kesempatan itu mengatakan, reaktualisasi Pancasila harus dilakukan dalam semua tingkatan pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

"Selama ini pendidikan Pancasila terus tereduksi dan dikhawatirkan pada suatu saat nanti akan hilang sama sekali dari kurikulum pendidikan," kata dia.

Kekhawatiran ini wajar muncul karena Pancasila merupakan satu-satunya ideologi yang dapat merekatkan berbagai macam paham di Indonesia, atau merekatkan keping-keping bangsa.

"Karena itu, akan ada masalah besar yang bakal dihadapi bangsa Indonesia jika nilai-nilai Pancasila itu tidak ditanamkan dalam dada dan jiwa generasi penerus bangsa," katanya.

Menanggapi desakan reaktualisasi Pancasila tersebut, Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Wiryono Sj mengakui hilangnya pendidikan Pancasila akan mempersulit upaya perbaikan kualitas mental bangsa.

Berbagai kalangan meyakini untuk memperbaiki kondisi bangsa yang tengah mengalami krisis mental dan budaya harus dimulai dari sektor pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Cerdas di sini bukan hanya secara akademik, tetapi juga kecerdasan moral berdasarkan Pancasila," kata Romo Wiryono. (*/rsd)

KOMENTAR PEMBACA

Danu (28-07-2008 11:08:54)
Ya q setuju dengan diterspkannya kembali pendidikan pancasila di instansi pendidikan baik itu dari SD sampai Perguruan tinggi. pasalnya sekarang pendidikan itu sudah tidak lagi diterapkan dan akibatnya para generasi muda tidak lagi memiliki rasa nasionalis pada bangsa ini dan banyak perilaku remaja cenderung hedonis.