< >

Korban Lumpur Lapindo Kembali Blokir Rel KA dengan Besi dan Batu

Rabu, 02 Mei 2007 23:42
Kapanlagi.com - Warga korban lumpur dari empat desa yakni Kelurahan Siring, Jatirejo, Renokenongo (Porong), dan Kedungbendo (Tanggulangin) tak mampu mengendalikan emosinya dan mereka kembali memblokir rel kereta api (KA) di Siring, Porong dengan batu-batu dan besi bekas rel, Rabu petang.

Kemarahan warga ini dipicu ketidakjelasan pertemuan perwakilan warga dengan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah di Jakarta, karena warga di Sidoarjo mendapat kabar, bahwa pertemuan yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB ditunda 17.00 WIB.

Warga yang baru menggelar istighotsah itu emosi dan memblokir rel, akibatnya KA Malang Ekspress yang menuju Surabaya tidak bisa lewat. Warga bersikeras tidak mau membuka blokade, sehingga kereta itu akhirnya kembali ke Stasiun Porong.

Sebelumnya, puluhan orang telah memblokir rel sekitar pukul 13.00 WIB, sehingga KA Sri Tanjung dari Banyuwangi yang menuju Surabaya tidak bisa meneruskan perjalanan.

Beruntung ada Nasiyudin yang berhasil meredam aksi itu, sehingga warga membuka blokir dan KA Sri Tanjung yang sempat terhenti 20 menit bisa meneruskan perjalanan menuju Surabaya.

Kemarahan warga empat desa korban lumpur makin tak terkendali dan mereka bergerak memblokir seluruh akses jalan yang lewat Sidoarjo baik Surabaya-Malang maupun Surabaya-Pasuruan.

Dengan wajah yang tampak emosional, warga berpencar. Sebagian ke utara dan sebagian lagi ke selatan. Mereka menutup semua jalur, termasuk jalan-jalan "tikus", yang selama ini masih bisa dipakai arus lalu lintas.

Beberapa akses yang ditutup di Jalan Raya Tanggulangin, pintu keluar Tol Porong, dan Kejapanan. Selain itu, jalan "tikus" Krembung, dan Prambon, juga dipaksa ditutup. Semua kendaraan yang akan melintas diminta untuk kembali.

Petugas keamanan yang jumlahnya tidak sebanding dengan warga empat desa tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga Rabu malam, warga masih menguasai jalur-jalur tersebut, memblokir jalan dan rel KA.

Aksi pemblokiran rel kereta di Porong oleh warga korban lumpur, Rabu petang, ternyata tidak diantisipasi sebelumnya oleh PT KA. Bahkan, aksi pemblokiran yang menyebabkan jalur KA lumpuh itu, malah belum diketahui PT KA.

Humas PT KA Daop VIII Surabaya Sudarsono masih yakin bahwa jalur kereta api Sidoarjo-Malang maupun Pasuruan masih dalam kondisi lancar. Menurut dia, tidak ada KA yang ditunda keberangkatannya baik yang menuju Malang atau Banyuwangi maupun dari Banyuwangi menuju Surabaya.

"Kondisi jalan KA masih normal. Tapi, memang di Siring ada kegiatan warga korban lumpur yang melakukan istighotsah, sehingga ketika KA melintasi jalur itu harus melambatkan kecepatannya," katanya.

Menurut dia, tidak ada pemblokiran rel KA oleh warga, karena masalah itu sudah ada yang mengurusi baik pihak kepolisian maupun Dinas Perhubungan.

"Semua itu sudah ada yang mengaturnya, kami ini tinggal menjalankan perintah saja," katanya.

Menyinggung soal antisipasi pengalihan jalur, apabila pemblokiran itu masih terus berlangsung, tambah Sudarsono, tidak ada pengalihan jalur, karena jalur Porong masih dalam kondisi normal. (*/rsd)