Kadar gas berbahaya H2S di pusat semburan lumpur di Desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo kini memang meningkat hingga melebihi 15 ppm, sehingga Afandi Kus Arifin pingsan, setelah menghirup gas mematikan itu.
Kus menghirup gas ketika sedang mengoperasikan crane di dekat pusat semburan. Setelah lumpur meluap dari atas tanggul yang disertai asap tebal, tiba-tiba asab tebal itu mengarah ke crane yang dioperotorinya itu. Saat itu para pekerja, termasuk Kus, sibuk untuk mengalirkan lumpur ke arah selatan menuju saluran pelimpah.
"Saat itu Kus bertahan di dalam crane sambil meninggikan tanggul," kata Suponco, rekan pekerja.
Namun, asap dan gas H2S yang sangat tebal membuat lelaki asal Jombang ini tidak tahan dan dengan langkah gontai, Kus berusaha keluar dari crane menuju posko keamanan yang berjarak 300 meter, kemudian langsung pingsan dan dilarikan ke RSUD Sidoarjo.
Sementara itu, Dokter RSUD Sidoarjo, dr Yeni Sukamto berusaha keras untuk menyembuhkan Afandi Kus Arifin, sedangkan temannya, selamat karena posisinya berada di timur pusat semburan lumpur.
"Korban masuk ke rumah sakit sekitar pukul 12.00 dan siuman 30 menit kemudian," kata dr Yeni Sukamto, yang menangani pasien pingsan itu.
Dr Yeni Sukamto, mengaku mendapat laporan dari pengawas crane bahwa korban pingsan akibat menghirup H2S yang terlihat terdorong angin ke barat. Akibatnya, korban yang mengendalikan crane di barat terkena H2S dan tidak sempat menghindarkan diri.
Namun, Yeni enggan berkomentar banyak, ia hanya menambahkan bahwa pasiennya sudah tidak apa-apa, bahkan sudah pulang. (*/rsd)