Dalam aksinya mereka berjemur di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta untuk menarik perhatian agar tuntutannya mendapat perhatian kalangan masyarakat.
"Aksi dilakukan agar pemerintah mengangkat tenaga honorer menjadi PNS. Guru bantu tidak perlu minta belas kasihan kepada pemerintah, karena ini adalah hak," kata Penasihat Forum Komunikasi Guru Bantu Indonesia (FKGBI) Zaenal Ma`arif yang juga Wakil Ketua DPR RI, di sela-sela aksi ratusan GB.
Anggaran 20 persen pendidikan merupakan hak dari guru bantu, termasuk soal pengangkatan mereka sehingga tidak perlu minta belas kasihan, katanya.
Ia mengingatkan aksi mogok bisa saja terjadi jika janji pemerintah untuk menyelesaikan persoalan GB tidak diselesaikan pada tahun 2007.
"Bisa saja terjadi aksi mogok. Ini sebagai peringatan kepada pemerintah untuk segera mengangkat mereka seperti yang dijanjikan sebelumnya," katanya.
Aksi berjemur yang dilakukan GB direncanakan akan dilakukan selama dua sampai tiga hari. Pasalnya perjuangan GB selama ini tidak pernah ditanggapi pemerintah. Mereka hanya diberikan janji-janji saja. (*/rsd)