< >

Harimau Sumatera Turun Gunung Resahkan Warga Kluet Tengah

Kamis, 03 Mei 2007 08:17
Kapanlagi.com - Masyarakat empat desa di wilayah Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan diresahkan keganasan tiga harimau Sumatera yang turun kepemukiman dan memangsa ternak warga sejak Jumat (27/4) hingga Rabu (2/5).

"Keganasan harimau Sumatera sejak beberapa hari terakhir semakin menjadi-jadi, hingga hari ini 18 ekor kambing milik warga sudah dimangsa," kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kluet Tengah, MK Adami, di Koto Manggamat sekitar 55 km arah timur kota Tapaktuan Aceh Selatan, Rabu.

Dikatakannya, warga di Desa Simpang Tiga, Mersak, Kampung Padang dan Jambo Papan meminta pihak kecamatan dan Pemerintah kabupaten mendatangkan pawang harimau untuk mencegah korban manusia dan harta benda lainnya untuk mencegah keganasan harimau di daerah mereka.

"Kami sangat mengharapkan kehadiran pawang untuk mencegah keganasan harimau yang telah memangsa belasan ternak warga," kata MK Adami mengutip ucapan Kepala Desa Jambo Papan Jamidun Selian.

Dia mengatakan, mengganasnya satwa liar dilindungi itu juga telah mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terganggu, sebab sejumlah tenaga pengajar di SMA yang berada di ibukota kecamatan takut untuk melewati kawasan gunung Pudung yang menjadi lintasan harimau itu.

Masyarakat di empat desa semakin cemas setelah satwa liar yang dilindungi itu akhir-akhir ini sering diterlihat terutama pada petang dan malam hari sekitar hutan pinggiran pemukiman penduduk.

Sementara Direktur Institute of Society Devolopment Strategy (Insosdes) T Masrizal mengatakan, permasalahan mengganasnya satwa liar separti harimau dan gajah di kabupaten penghasil pala itu, akibat masih maraknya penebangan liar yang masih terjadi di penggunungan pudung dan beberapa penggunungan lainnya di kaki gunung Bukit Barisan itu.

"Turunnya satwa liar seperti harimau dan gajah akibat masih maraknya penebangan liar dan ekses Hak Pengelolaan Hutan (HPH) yang pernah diberikan Pemerintah Pusat di kawasan hutan Aceh Selatan beberapa tahun lalu," katanya.

Sehubungan mengganasnya harimau Sumatera, pemerintah didesak untuk bertanggungjawab menghentikan keganasan binatang liar tersebut serta meminta pihak penegak hukum juga untuk menindak tegas pelaku pembalakan hutan. (*/rsd)