< >

Uzbekistan dan Kazakhstan Berminat Jadi Anggota ARF

Kamis, 03 Mei 2007 21:32
Kapanlagi.com - Uzbekistan dan Kazahkhstan telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Forum Regional ASEAN (ARF) untuk menjalin kerjasama kemitraan di berbagai bidang dengan negara-negara Asia Tenggara.

"ASEAN terbuka untuk menerima negara-negara di luar kawasan untuk keanggotaan ARF. Saat ini, Kazahstan dan Uzbekistan telah menyampaikan minatnya untuk bergabung," kata Direktur Jenderal ASEAN di Departemen Luar Negeri, Dian Triyansah Djani.

Dian mengungkapkan hal itu dalam kuliah umum yang disampaikannya di auditorum Universitas Ekonomi dan Diplomasi Dunia, Tashkent, Uzbekistan, seperti dikutip siaran pers KBRI Tashken yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis (03/05).

Dalam ceramah bertema "Masa Depan Integrasi ASEAN" yang berlangsung 28 April silam itu dihadiri antara lain, para pejabat kementerian luar negeri Uzbekistan, wartawan, mahasiswa, anggota parlemen, pengusaha, dan sejumlah diplomat dari negara-negara sahabat Indonesia di negara Asia Tengah tersebut.

Dirjen Dian lebih lanjut memaparkan, ASEAN sebagai organisasi regional sedang menuju pada integrasi masyarakat di bidang keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya.

"ASEAN telah mampu mendorong proses stabilitas kawasan dalam berbagai bidang, dan dapat menjadi contoh bagi organisasi regional sejenis di kawasan Asia," ujarnya.

Ia juga menyinggung peran Indonesia di dalam organisasi ASEAN yang semakin menonjol dengan mendorong terciptanya Pembangunan Komunitas ASEAN (ASEAN Community Building) pada berbagai kesempatan baik pertemuan-pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan tingkat teknis.

Terkait dengan kuliah umum tersebut, Duta Besar RI untuk Uzbekistan, Sjahril Sabaruddin, mengatakan bahwa kegiatan akademik ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan ASEAN dan peran Indonesia di dalam organisasi itu kepada masyarakat Asia Tengah secara langsung.

Selain itu, katanya, kuliah umum ini juga dapat dijadikan sarana saling tukar pikiran dan pengalaman yang bersifat akademik maupun praktek dalam kebijakan luar negeri Indonesia, di samping untuk meningkatkan hubungan bilateral RI-Uzbekistan. (*/lpk)