Di London, harga minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni turun 50 sen menjadi US$65,75 per barel dalam perdagangan elektronik.
Kontrak perdagangan berjangka minyak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, turun 73 sen menjadi US$62,95 per barel di lantai perdagangan.
Harga minyak mentah juga turun Rabu, meski cadangan bensin AS turun, karena para pedagang bertaruh soal peningkatan cadangan menyusul perbaikan output pengilangan.
Cadangan bensin menjadi fokus menjelang permintaan puncak selama musim liburan berkendaraan di Amerika Serikat, yang mulai pada akhir Mei.
Departemen Energi (DoE) sudah menyatakan Rabu bahwa cadangan bensin AS turun 1,1 juta barel menjadi 193,1 juta barel minggu lalu.
Laporan DoE "sama sekali bukan kabar baik, tetapi penurunan cadangan bensin tersebut tidaklah besar sekali," kata analis Global Insight Simon Wardell.
Meskipun penurunan lebih kecil daripada yang diperkirakan, namun itu merupakan penurunan cadangan bensin mingguan ke-12 secara berturut-turut, yang telah turun dengan 34,1 juta barel sejak mulainya pada Februari.
DoE sementara itu menambahkan bahwa kilang-kilang Amerika meningkatkan produksi bensin mereka minggu lalu, dengan kapasitas utilisasi naik dengan setengah poin dari minggu sebelumnya menjadi 88,3%.
"Mungkin ada keyakinan tipis bahwa selama beberapa minggu mendatang tingkat utilisasi akan dinaikkan," Wardell menambahkan.
Kamis sebelumnya, kegelisahan menyangkut pasokan Nigeria mendorong harga minyak naik setelah kabar bahwa orang-orang bersenjata semalam menculik paling sedikit 18 orang asing di bagian selatan negara itu selama ledakan kekerasan terakhir di sana.
"Perdagangan berjangka minyak mentah lebih tinggi pagi ini (Kamis), ditopang oleh kekawatiran baru menyangkut kekerasan di Nigeria," analis Sucden Michael Davies mengatakan di London.
Serangan terakhir tidak diklaim oleh satupun kelompok, menyusul penculikan Selasa dimana enam ekspatriat disekap dari wahana minyak terapung oleh kelompok bersenjata paling terkenal Nigeria, MEND.
Nigeria adalah eksporir minyak terbesar keenam dunia, namun outputnya sangat terpukul oleh seringnya penculikan para pekerja minyak asing dan serangan terhadap saluran pipa. (*/rit)