< >

Seorang Pejabat Kuba Tewas Dalam Upaya Pembajakan Yang Gagal di Bandara Havana

Jum'at, 04 Mei 2007 17:56
Kapanlagi.com - Seorang pejabat Kuba ditewaskan Kamis oleh dua pembelot militer yang berusaha untuk membajak sebuah pesawat terbang di bandara di Havana dan lari ke AS, kementerian dalam negeri mengatakan.

Bersenjatakan dengan senapan AK-47, kedua pembelot itu masuk bandara pada dini hari dalam sebuah bis dengan beberapa sandera dan naik sebuah pesawat yang diparkir tanpa awak atau penumpang, kata kementerian tersebut dalam satu pernyataan.

"Saat di dalam pesawat itu, kedua pembunuh tersebut menewaskan salah satu sandera" yang dikenali sebagai Letnan Kolonel Victor Acuna Velazquez, kata kementerian itu.

Velazquez "telah berusaha secara heroik untuk menghentikan aksi terorisme" meskipun ia telah dilucuti senjatanya, kata pernyataan itu.

Kementerian itu juga mengatakan kedua pembelot itu Minggu membunuh seorang tentara dan melukai tentara lainnya ketika mereka meninggalkan unit militer mereka 25 Km dari Havana.

Beberapa saksi melukiskan bentrokan senjata "sengit" ketika pembelot berusaha mengambilalih sebuah pesawat Boeing 737 di Terminal 2 bandara Jose Marti, dari mana penerbangan charter menuju Miami dan New York.

"Sekarang apa saja diawasi, tapi ada bentrokan senjata sengit," kata satu sumber di bandara.

"Pesawat itu tiba dari Santiago (Kuba) dan untungnya semua penumpang telah pergi. Hanya awak yang tinggal, yang kemudian meloloskan diri dari bagia depan. Mereka mengira penculik tersebut ingin meninggalkan negara itu," kata sumber tersebut.

Seorang pembelot ketiga telah ditangkap sebelumnya dan "mengungkapkan tujuan mereka untuk meninggalkan negara itu secara tidak sah," kata kementerian dalam negeri.

Pemberitahuan masyarakat dengan foto ketiga pembelot itu telah disiarkan di sekitar Havana dan keamanan ditingkatkan di bandara, menurut sejumlah saksi.

Orang-orang itu dilukiskan dalam maklumat umum sebagai "warganegara yang berbahaya karena memiliki senjata api".

Di bandara, tentara dari pasukan khusus berbaret merah negara itu menjaga tempat tersebut tempat pembelot berusaha memaksakan jalannya dan bekas peluru tampak dekat sebuah pintu menuju landasan pacu.

Pada 2003, sebuah pesawat AN-24 Rusia dengan 31 orang di atasnya diambilalih dan dipaksa terbang ke AS oleh seorang pria bersenjatakan dengan granat, yang akhirnya ditahan tanpa insiden setelah pesawat itu mendarat di Key West, Florida. (*/cax)