< >

Perampok Jalanan Bersajam Gentayangan di Pontianak

Jum'at, 04 Mei 2007 20:16
Kapanlagi.com - Warga sekitar Kota Pontianak, akhir-akhir ini diresahkan oleh ulah pelaku perampokan bersenjata tajam dan tidak segan-segan mencederai korban saat melakukan aksinya.

"Pada Kamis malam lalu saat mengendarai sepeda motor di sekitar komplek Untan (Universitas Tanjungpura), tiba-tiba saja saya didahului dua orang yang tidak dikenal dan langsung mengacungkan senjata tajam. Lantas mereka meminta saya menyerahkan handphone dan uang," kata Iwan Sugiarto (20) warga Gang Kurma, Jalan Komodor Yos Sudarso, Jumat.

Ia mengatakan, karena dihantui rasa takut, ia kemudian menyerahkan telepon genggam. "Setelah kejadian itu saya jadi takut berjalan mengendarai sepeda motor sendiri," kata Iwan dengan wajah pucat.

Nasib serupa juga dialami oleh Febry Susandi (17), warga Gang Candi Agung. Ia menyatakan sangat trauma atas musibah yang baru saja dialami ketika dicegat lelaki yang tidak dikenal saat mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Selamat I, Pontianak Utara.

"Pelaku berpura-pura menumpang kendaraan saya dan minta diantar ke rumah temannya di Gang Selamat I. Tetapi tiba-tiba dalam perjalanan pelaku menodongkan senjata tajam ke pinggang saya sambil meminta menyerahkan handphone dan uang," katanya.

Febry mengatakan, sambil dalam perjalanan ia mencari akal bagaimana caranya agar tidak menjadi korban perompakan tersebut. Sehingga dengan sigap ia memukul pelaku dengan helm dan mengenai kepala pelaku. Namun pelaku juga sempat mengibaskan senjata tajam ke arah tangan korban.

"Untung lukanya tidak begitu besar," katanya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal Poltabes Pontianak, Komisaris Polisi Sekar Maulana, menghimbau agar masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor tidak membawa barang berharga yang bisa memancing minat orang lain untuk melakukan kriminal.

"Saya berharap, masyarakat jangan mudah memberi tumpangan kendaraan di malam hari. Apalagi orang tersebut tidak dikenal," katanya.

Dari data yang ada dalam seminggu ini telah terjadi enam kasus perampokan di jalan sepi dengan modus meminta tumpangan dan mencegat langsung calon korban. (*/rsd)