Informasi dari Pusat Kebudayaan Perancis (CCCL) Surabaya, Sabtu (5/5), menjelaskan bahwa pada pertunjukan nanti, kelompok tersebut akan didukung oleh delapan penari yang penampilannya terbagi dalam lima bagian atau episode.
Judul tarian yang akan dipersembahkan untuk Kota Surabaya yang pada 31 Mei mendatang akan berulang tahun ke-714 itu berasal dari sebuah ungkapan yang artinya, setiap individu memberi kontribusi dalam menciptakan karya bersama.
Atase Pers CCCL, P Krishna Airlangga mengemukakan bahwa kelompok yang terbentuk sejak 1999 itu berawal dari kehadiran sejumlah penari di Gedung Opera Nasional di Kota Lyon antara 1996-1997.
"Mereka bertemu dan saling bertukar pendapat atau pemikiran. Setelah terbentuk grup, kelompok ini kemudian disambut oleh pengelola Gedung Opera Nasional untuk melakukan pelatihan selama dua bulan," katanya.
Setelah pelatihan, mereka ternyata menghasilkan suatu pertunjukan luar biasa atau lebih dari sekedar kolaborasi biasa. Saat ini mereka telah menjadi bintang tetap di Gedung Opera Nasional Kota Lyon.
Sejumlah prestasi diraih grup itu, antara lain memenangkan sejumlah kompetisi tari hip hop nasional di Perancis tahun 2003 dan sekaligus juara dunia di tahun itu juga.
"Grup ini menjadi juara Eropa tahun 2004 dan 2005 dan salah satu penarinya saat ini merupakan juara dunia kelas tunggul. Ini merupakan pengakuan luar biasa dengan banyaknya media massa yang terus memberitakan kiprahnya," katanya.
Dikatakannya, ciri khas kelompok itu adalah, energi pemainnya yang terus menerus berkembang dengan keinginan berbagai kebahagiaan secara nyata. Mereka terus melakukan pencarian tiada henti dalam berkarya dengan menggabungkan teknik dan nilai estetika sebagai generasi baru. (*/boo)