< >

Korban Gempa Jogja Kecewa Tak Menerima Dana Sesuai Dijanjikan

Senin, 07 Mei 2007 11:50
Kapanlagi.com - Korban gempa Jogjakarta yang dijanjikan mendapatkan bantuan Rp15 juta per rumah yang mengalami rusak parah merasa kecewa karena tidak menerima dana 100% sesuai yang dijanjikan.

"Bantuan Rp15 juta yang dijanjikan diangsur dua kali. Bulan Januari lalu bantuan sudah disalurkan Rp10 juta, dan baru satu minggu lalu sisanya yang Rp5 juta dibayarkan," kata salah seorang korban gempa Jogja dari Bantul, Kartini, yang bekerja di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan penyaluran dana bantuan yang pernah dijanjikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut sebelumnya telah dimulai pada awal tahun 2007 sebesar Rp10 juta.

Hanya saja menurut dia, jumlahnya sudah tidak 100%. Dia tidak mengetahui secara pasti rincian pemotongan bantuan tersebut sehingga dia hanya menerima sekitar Rp8,75 juta saja.

"Memang ada juga petugas yang membantu mengurusi pencairan dana tersebut meminta uang lelah Rp250 ribu, ya kami sih sebenarnya berat, tapi ya sudah tidak apa-apa. Hanya saja yang berat kalau harus sampai satu juta Rupiah dipotongnya," katanya.

Padahal, dia mengatakan, dengan harga bahan bangunan yang tidak murah sekarang ini, dana bantuan yang sudah dipotong tersebut hanya bisa untuk membuat pondasi hingga atap rumah saja.

"Untuk dinding rumahnya, banyak warga di Bantul sana yang masih menggunakan gedek atau triplek bekas," ujar dia.

Pengalaman serupa dialami oleh Pak Wagiran, salah seorang warga Piyungan, Yogyakarta, yang saat ini bekerja di Bekasi. Keluarganya juga hanya menerima dana bantuan tahap pertama kurang dari Rp10 juta.

Dia juga mengatakan tidak menerima penuh sisa dana bantuan yang Rp5 juta tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti untuk apa potongan dana tersebut dipergunakan.

"Dari yang Rp10 juta sudah dipotong, sekarang yang Rp5 juta juga dipotong. Ya sudah lah kita terima saja karena kita juga butuh untuk bisa membangun rumah lagi," katanya.

Selain itu, menurut Ibu Kartini yang di Jakarta berjualan bakmi jawa tersebut, di desanya masih ada empat orang janda tua yang belum menerima dana bantuan tunai tersebut. Padahal, rumah mereka juga turun hancur pada gempa Jogja yang tejadi pada 27 Mei 2006 lalu.

"Sudah hampir setahun gempa Jogja terjadi tapi mereka belum menerima bantuan. Kasihan, karena mereka hanya tinggal seorang sehingga tidak ada yang mengurusi pencaian dana bantuan tersebut," ujar dia.

Kartini mengaku sampai sekarang masih mencoba membantu mencari dermawan yang mau membantu keempat janda tua tersebut.

Desanya yang berada di Seroyoso, Plered, Bantul, Yogyakarta, termasuk salah satu desa yang mengalami rusak parah pada peristiwa gempa Jogya yang menewaskan ribuan orang tersebut. (*/cax)