"OP tidak akan menyelesaikan masalah serta menurunkan harga, namun perlu dicari akar permasalahan terjadinya kenaikan harga tersebut, setelah itu baru dicarikan solusi untuk menurunkan harga," kata Arifien didampingi Kabag Humas, Jhon Eko Powa di Jambi, Selasa (08/05).
OP yang banyak dilakukan di berbagai daerah itu sifatnya hanya sementara, dan untuk membantu warga terutama yang kurang mampu pemerintah setempat harus melakukan subsidi, serta tidak semua warga yang kesulitan bisa tertolong.
Guna mencarikan solusi dalam mengatasi naiknya harga minyak goreng, instansi terkait sudah diperintahkan untuk membentuk tim dan melakukan penelitian untuk mencari akar permasalahan.
Bila sudah ditemukan penyebabnya, pemerintah, produsen hingga pedagang harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Memang ironis Provinsi Jambi sebagai daerah produsen CPO tidak mampu mengendalikan harga minyak goreng di daerahnya, selain itu juga terdapat pabrik minyak kelapa di kawasan pantai timur sebagai solusi lainnya untuk memenuhi kebutuhan minyak bagi penduduk lokal.
Permasalahan minyak goreng tidak hanya sebatas Kota Jambi, namun di berbagai provinsi dan khusus Jambi minimal saat ini harus dilakukan pelarangan pengiriman minyak kelapa produksi pantai timur keluar daerah dan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lokal. (*/rit)