Keberatan mereka diungkapkan pada pertemuan anggota perwakilan negara di Komite Pertanian WTO, yang diketuai oleh Crawford Falconer, kata sumber-suber itu.
Delegasi Jepang menentang proposal Falconer untuk membatasi jumlah produk pertanian "yang sensitif secara politik", di mana sejumlah anggota WTO ingin untuk mempertahankan tingkat tarif yang tinggi, hingga lima% dari seluruh "jenis tarif", kata sumber-sumber itu.
Jumlah produk pertanian yang terdapat dalam jenis tarif Jepang saat ini 1.326. Penerimaan atas proposal Falconer akan mewajibkan Jepang untuk memangkas barang-barang pertanian dalam jenis tarif hingga 66.
Dalam kertas kerja yang diterbitkan untuk anggota WTO pada 30 April, Falconer mengusulkan pembatasan%tase produk pertanian di mana anggota akan diizinkan untuk berlindung dari persaingan asing dengan tarif tinggi hingga "lebih tinggi dari satu% namun tidak melebihi lima%."
Ia juga mengusulkan agar anggota WTO mengurangi tarif produk pertanian hingga lebih dari 50% rata-rata.
Selain itu, ia menganjurkan agar Amerika Serikat (AS) memangkas total subsidi ekspornya kepada petani hingga kurang dari US$20 miliar dari level saat ini US$22,5 miliar, dengan mengatakan "jumlahnya akan berada dalam belasan" jika anggota WTO mencapai kesepakatan kompromi menyeluruh hingga akhir 2007.
Sumber-sumber itu mengatakan mereka percaya sumber masalah perundingan WTO tentang produk pertanian adalah apakah AS menerima pemangkasan besar subsidinya.
Selama perembukan pada Senin itu, Uni Eropa dan Jepang menuntut agar AS menerima pengurangan hingga sekitar US$15 miliar.
Namun delegasi Amerika Serikat menolak tuntutan itu karena tidak realistis, kata mereka.
Menteri Perikanan, Kehutanan dan Pertanian Jepang, Toshikatsu Matsuoka mengatakan pada 30 April, setelah berbicara dengan Direktur Jenderal WTO Pascal Lamy, bahwa ia telah menyuarakan keberatan atas pemangkasan yang diusulkan dalam jumlah produk pertanian yang Tokyo dapat lindungi sebagai barang sensitif secara politik.
Falconer diperkirakan akan menerbitkan hingga akhir Mei kertas kerja yang lebih rinci tentang cara untuk memangkas tarif produk pertanian.
Pembicaraan pertanian itu telah berputar pada sekitar pengurangan tarif, dukungan domestik dan subsidi ekspor. Anggota WTO belum berdamai atas perbedaan tajam antara negara-negara pengekspor dan pengimpor pangan, dan negara-negara maju dan berkembang.
Dunia berkembang telah mendesak AS untuk mengurangi sukungan dokestik secara substansial. Namun pembuat undang-undang AS menolak untuk menerima pemangkasan besar dukungan domestik kepada petani sejalan dengan keberatan yang kuat dari konstituen pertanian. Dalam langkah nyata untuk membalas tuntutan itu, mereka mendesak negara berkembang untuk membuka pasar mereka lebih lebar untuk impor.
Lamy berkeinginan Putaran Doha tentang perundingan perdagangan multilateral yang melibatkan 150 anggota WTO dapat diselesaikan hingga akhir tahun ini.
Namun, penyelesaian Putaran Doha itu kemungkinan tertunda lagi jika Presiden AS George W. Bush gagal memperpanjang atau memperbarui kewenangan jalur cepatnya untuk merundingkan kesepakatan perdagangan, yang akan habis masa berlakunya pada 1 Juli. (*/rit)