< >

Harga Minyak Mentah Bervariasi di Pasar Asia

Selasa, 08 Mei 2007 19:16
Kapanlagi.com - Harga minyak bervariasi di pasar Asia, Selasa. Menyusul kian ketatnya stok bensin di Amerika Serikat (AS) menjelang musim panas.

Kontrak minyak New York, light sweet, untuk pengiriman Juni pada pukul 10.40 waktu Singapura turun enam sen menjadi US$61,41 per barel dibandingkan penutupan Senin malam US$61,47.

Minyak Brent Laut Utara untuk Juni naik tujuh sen menjadi US$64,51.

Para pelaku pasar mengatakan bahwa dengan kekhawatiran penurunan stok bensin pasar kini menunggu laporan stok energi AS yang akan diumumkan Rabu besok.

"Pasar menunggu data cadangan...bensin di AS yang telah turun setiap pekan selama 12 minggu terakhir," kata Kepala Komoditas Strategis Mitsui Bussan Futures, Tetsu Emori di Jepang.

Ia mengatakan, pasar berharap ada kenaikan kecil dalam cadangan bensin di laporan mingguan AS itu mengingat produksi kilang-kilang minyak yang ada menurun.

Harga bensin AS di pompa bensin dijual paling tinggi US$3per galon (3,8 liter), Jumat, harga tertinggi dalam tahun ini.

Namun kekhawatiran atas stok bensin itu bisa terhapus dengan adanya sinyal pelambatan dalam ekonomi AS secara keseluruhan, katanya.

Data pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan awal dalam triwulan I 2007 kemungkinan menjadi pertanda pelemahan perkembangan ekonomi, yang akan menjadi salah satu dari elemen kunci untuk memperkuat harga energi," kata John Kilduff, analis pasar di Man Financial.

Pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 1,3% dalam triwulan pertama sedangkan penciptaan lapangan kerja baru non-pertanian hanya 88.000 di bulan April.

Stok bensin AS biasa menjadi fokus selama musim panas ketika warga Amerika Serikat ramai-ramai mengemudikan kendaraan bermotor untuk menjalani liburan mereka.

Cadangan bensin AS turun 1,1 juta barel menjadi 193,1 juta dalam pekan yang berakhir pada 29 April dan turun 34,1 juta barel atau 15% sejak awal Februari.

Cadangan turun hampir 15% selama tiga bulan terakhir. Itu nampaknya hampir mencapai (titik terendah). Kami menghadapi puncak musim berkendaraan dan kilang-kilang AS terus menaikkan produksinya.

Pasar juga masih terus memonitor perkembangan di Nigeria, eksportir minyak terbesar di Afrika, dimana kelompok bersenjata menculik sedikitnya 20 warga asing dalam tiga insiden terpisah dalam beberapa pekan silam.

Nigeria adalah eksportir minyak terbesar keenam dunia tetapi produksinya mengalami penurunan akibat seringnya terjadi penculikan pekerja minyak asing dan serangan pada pipa minyak. (*/rsd)