Perdagangan minyak mentah berjangka di New York, light sweet, untuk pengiriman bulan Juni, turun delapan sen menjadi US$62,18 per barel dari US$62,26 dalam penutupan perdagangan Selasa malam.
Minyak Brent Laut Utara untuk Juni naik tiga sen menjadi US$65,57.
"Pnghentian sejumlah pasokan akibat krisis Nigeria merupakan faktor yang membuat harga pulih kembali Selasa," kata Dariusz Kowalczyk, investasi strategis dari CFC Seymour Securities di Hong Kong.
"Hari ini...ada gerakan kecil di pasar karena investor menunggu laporan data cadangan mingguan energi AS, dengan harapan adanya kenaikan baik dalam minyak mentah maupun produk sulingan dan kenaikan pertama dalam cadangan bensin dalam beberapa pekan terakhir," katanya.
"Investor kemungkinan tidak ingin mengambil posisi apapun sebelum data keluar sehingga kami melihat perdagangan secara meluas."
Pasar mengharapkan data AS per 4 Mei menunjukkan, kenaikan 0,9 juta barel dalam minyak mentah, naik 0,2 juta dalam bensin dan 0,5 juta untuk produk sulingan.
Penurunan stok bensin selama 12 pekan terakhir telah memberikan dukungan konsisten untuk harga minyak.
Pasokan bensin di ekonomi terbesar dunia itu saat ini menjadi perhatian utama menjelang masuknya musim berkendaraan bermotor ketika secara rutin warga AS turun ke jalan merayakan liburan panjang mereka.
Para analis mengatakan, perkembangan di Nigeria akan terus berdampak ke pasar.
"Situasi geopolitik (di Nigeria) sangat tidak stabil. Rakyat akan terus mengawasi serangan yang terkadi," kata Kowalczyk.
pasar berharap ada kenaikan kecil dalam cadangan bensin di laporan mingguan AS itu mengingat produksi kilang-kilang minyak yang ada menurun.
Harga bensin AS di pompa bensin dijual paling tinggi US$3 per galon (3,8 liter), Jumat, harga tertinggi dalam tahun ini.
Namun kekhawatiran atas stok bensin itu bisa terhapus dengan adanya sinyal pelambatan dalam ekonomi AS secara keseluruhan, katanya.
Data pertumbuhan yang lebih rendah dari perkiraan awal dalam triwulan I 2007 kemungkinan menjadi pertanda pelemahan perkembangan ekonomi, yang akan menjadi salah satu dari elemen kunci untuk memperkuat harga energi," kata John Kilduff, analis pasar di Man Financial.
Pertumbuhan ekonomi AS melambat menjadi 1,3% dalam triwulan pertama sedangkan penciptaan lapangan kerja baru non-pertanian hanya 88.000 di bulan April.
Stok bensin AS biasa menjadi fokus selama musim panas ketika warga Amerika Serikat ramai-ramai mengemudikan kendaraan bermotor untuk menjalani liburan mereka.
Cadangan bensin AS turun 1,1 juta barel menjadi 193,1 juta dalam pekan yang berakhir pada 29 April dan turun 34,1 juta barel atau 15% sejak awal Februari.
Cadangan turun hampir 15% selama tiga bulan terakhir. Itu nampaknya hampir mencapai (titik terendah). Kami menghadapi puncak musim berkendaraan dan kilang-kilang AS terus menaikkan produksinya.
Pasar juga masih terus memonitor perkembangan di Nigeria, eksportir minyak terbesar di Afrika, dimana kelompok bersenjata menculik sedikitnya 20 warga asing dalam tiga insiden terpisah dalam beberapa pekan silam.
Nigeria adalah eksportir minyak terbesar keenam dunia tetapi produksinya mengalami penurunan akibat seringnya terjadi penculikan pekerja minyak asing dan serangan pada pipa minyak. (*/rit)