< >

Produksi Padi Lampung Ditingkatkan Jadi 2,3 Juta Ton

Rabu, 09 Mei 2007 19:39
Kapanlagi.com - Salah satu lumbung padi nasional, Provinsi Lampung menargetkan produksi padi tahun 2007 mencapai 2,3 juta ton. Atau 7 % lebih tinggi dibandingkan produksi padi tahun sebelumnya.

Menurut data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Lampung, Rabu, peningkatan produksi padi di Lampung sejak tahun 2004 lalu relatif kecil.

Produksi padi tahun 2004 sekitar 2,09 juta ton, kemudian menjadi 2,12 juta ton (2005), 2,15 juta ton (2006), dan 2,30 juta ton tahun 2007.

Konsumsi beras di Lampung juga mengalami peningkatan dari 1,03 juta ton (2006) menjadi 1,05 juta ton tahun 2007.

Surplus beras tahun 2007 di Lampung diperkirakan hanya 93 ribu ton, padahal tahun sebelumnya mencapai 180 ribu ton.

Berdasarkan data itu, peningkatan produksi padi yang relatif kecil itu disebabkan kecilnya produktivitas dan perluasan lahan sawah, baik untuk sawah beririgasi maupun sawah ladang.

Luas sawah di Lampung tahun 2004 adalah 495 ribu Ha, tahun 2005 menjadi 496 ribu Ha, tahun 2006 sekitar 498 ribu Ha, dan tahun 2007 menjadi 530 ribu Ha.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Lampung, Hanafi Sirajudin, belum lama ini menyebutkan, permasalahan peningkatan produksi padi adalah penguasaan lahan yang relatif sempit, penggunaan benih unggul masih rendah, atau aplikasi mekanisasi pertanian maupun paket teknologi belum optimal.

Upaya untuk meningkatkan produksi padi dilaksanakan berbagai upaya, seperti pembagian bantuan benih unggul bersertifikat, penyaluran pupuk tepat waktu, pemanfaatan lahan rawa, optimalisasi lahan dan air.

Selain itu, juga ditetapkan harga pembelian pemerintah (HPH) untuk Gabah Kering (GKG) dengan kadar air 14 persen sekitar Rp2.275/Kg di penggilingan, serta beras dan GKG kadar air 14 persen di gudang Bulog sebesar Rp4 ribu per Kg dan Rp2600 per Kg.

Berbagai wilayah di Lampung saat ini mengalami panen, sehingga harga padi atau beras pun mengalami penurunan. Misalnya, di penggilingan padi di Kecamatan Jatiagung, harga beras saat ini Rp3.800/Kg, padahal sebelumnya di atas Rp4.000/Kg. (*/rsd)