< >

Bentuk Situs Kedaton Masih Misteri

Kamis, 10 Mei 2007 09:56
Kapanlagi.com - Situs/Candi Kedaton di dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur yang berdekatan dengan pendopo Majapahit, hingga kini masih misteri bentuknya.

"Sampai sekarang, para arkeolog belum menemukan format dari situs Kedaton yang juga memiliki Sumur Upas itu," ujar penjaga situs Kedaton, Miskan di Mojokerto, Kamis.

Namun, katanya, beberapa bentuk bangunan situs itu diperkirakan berbentuk empat bangunan candi dengan sumur upas, makam Islam, mulut goa, dan lorong rahasia.

"Candi yang berbentuk datar itu diduga merupakan ruang pertemuan, tapi di sudut selatan ada makamnya, sedangkan bentuk goa diduga sebagai tempat semadi (pertapaan), dan lorong rahasia diduga ruang pelarian," tegasnya.

Menurut dia, penggalian situs Kedaton yang dilakukan sejak 1996 itu memang belum selesai hingga sekarang, karena para arkeolog masih mencari keterkaitan dari empat bentuk bangunan yang ada.

"Yang jelas, penggalian mencapai kedalaman 80 sentimeter di bawah permukaan tanah, sehingga diduga merupakan lorong rahasia yang menghubungkan kerajaan Majapahit dengan kerajaan lainnya," ungkapnya.

Misteri juga menyelimuti pendopo Majapahit yang berjarak tidak jauh dari situs/candi Kedaton di Desa Sentonorejo.

"Pendopo Majapahit itu diyakini merupakan pusat kerajaan Majapahit dengan luas mencapai kilometer ke barat, timur, selatan, dan utara dari pendopo," ujar Sutanto yang tirakat di belakang pendopo.

Di belakang pendopo, katanya, ada batu miring yang merupakan tempat Gajahmada membaca ikrar "Sumpah Palapa", kemudian di belakangnya merupakan tempat pertapaan dan makam Raden Wijaya.

Namun, misteri tampaknya tidak ada di andi Tikus yang terletak di dusun Dinuk, Desa Temon, kecamatan Trowulan, Mojokerto.

"Disebut candi tikus, karena saat digali banyak tikus yang keluar, tapi candi itu akhirnya ditemukan bentuknya sebagai tempat pemandian puteri kerajaan yang disebut dinuk (kesayangan)," ucap Mujiyanto, penjaga candi.

Ia menambahkan candi dengan kedalaman 80 hingga 100 sentimeter di bawah permukaan daratan itu berbentuk bujursangkar 22,5 meter x 22,5 meter yang mirip Gunung Mahameru di India. (*/cax)