"Saat ini beberapa pimpinan daerah serta pengusaha lokal di Indonesia makin banyak datang ke China untuk mencari investor dan mitra dagang," kata Kabid Ekonomi KBRI Beijing Andriana Supandy, di Beijing, Kamis.
Sejumlah pemimpin daerah dan pengusaha Indonesia yang telah dan datang ke China antara lain dari Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Riau, serta Kalimantan Tengah.
Andriana mengatakan, kedatangan pemda ke China menunjukkan bahwa China saat ini telah menjadi mitra dagang dan investasi utama bagi pemerintah lokal setempat dalam upaya menggerakkan perekonomian daerah masing-masing.
Kecenderungan ini, tambahnya, disikapi positif oleh KBRI Beijing dengan bersedia memfasilitasi dan mempertemukan dengan sejumlah pengusaha dan investor China.
"KBRI akan memfasilitasi dan mempertemukan pengusaha pemda Indonesia dengan pengusaha dan investor China. Untuk itu sebaiknya kita diberitahu terlebih dahulu jauh-jauh hari," katanya.
Dari sisi investasi, katanya, pemda umumnya menginginkan investor China untuk menggarap berbagai sektor pertambangan dan energi yang banyak terpendam tapi belum dapat digali secara optimal.
"Kabupaten Garut misalnya, pemerintah setempat berkeinginan mengundang investor China untuk menggali potensi bijih besi yang terkandung di dalamnya," katanya.
Kedatangan pemda Indonesia ke China, umumnya mendapat sambutan baik dari pengusaha dan investor China karena memang China saat ini ingin meningkatkan usaha dan investasi dengan seluruh negara, termasuk dengan Indonesia.
Dirinya berharap, kepada pemda di Indonesia yang selama ini ingin mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing dan ingin mencari mitra dengan pengusaha dan investor China, bisa menghubungi KBRI Beijing untuk bisa diatur pertemuannya.
"Kita ingin kedatangan pengusaha pemda di Indonesia ke China bisa berhasil dan mendapatkan kesepakatan. Jangan sampai datang ke China tanpa ada persiapan yang matang sehingga sia-sia," kata Andriana. (*/rsd)