"Sebab bagaimana mungkin produksi beras bisa ditingkatkan bila petani kesulitan untuk mencari benih berkualitas, apalagi yang bisa diperoleh secara gratis dari pemerintah," kata Khoiri di Serang, Senin.
Seperti dikatakan Kepala Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Egy Djanuiswati, menghadapi musim tanam saat ini seluruh daerah di Provinsi Banten masih kekurangan benih padi sehingga para petani kesulitan mendapatkan benih padi yang berkualitas.
"Bila untuk satu hektar sawah dibutuhkan 25 kilogram benih maka kebutuhan benih padi berlabel di Banten mencapai 8-9 ribu ton, sedangkan stok yang tersedia hanya 10%-nya saja dari kebutuhan tersebut," kata Djanuiswati.
Muksin Khoiri menggambarkan bahwa merupakan ketidaksiapan jajaran dinas pertanian dan Pemprov Banten secara umum untuk menyukseskan program P2BN yang digulirkan pemerintah.
Apalagi pengadaan benih yang seharusnya sudah dibagikan kepada para petani sejak awal Mei lalu hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan segera direalisasikan.
"Presiden sendiri sampai merasa tersentuh untuk membantu petani yang kesulitan akibat terkena bencana dengan memberi bantuan benih secara gratis, tapi kalau hal itu tak bisa direalisasikan Pemprov Banten maka semuanya jadi tak berguna," katanya.
Mestinya, kata dia, masalah tersebut telah diantisipasi oleh Pemprov Banten dengan melakukan upaya yang diperlukan supaya kelangkaan benih berkualitas pada saat musim tanam bisa diatasi.
"Bukankah di Dinas Pertanian juga ada Balai Benih, kalau sekedar untuk mencukupi kebutuhan benih saja mereka tak bisa, lalu buat apa ada institusi seperti itu," katanya setengah bertanya.
Untuk menyukseskan program P2BN yang digulirkan pemerintah dan juga untuk membantu para petani yang saat ini tengah kesulitan, dia mendesak agar dinas pertanian agar secepatnya meminta bantuan lembaga riset dan perguruan tinggi seperti IPB yang bisa membantu mencari informasi tentang pengadaan benih padi berkualitas.
"Soal sukses tidaknya program P2BN tentu tergantung kerja keras saat ini, yang lebih mendesak lagi kewajiban pemerintah daerah untuk membantu para petani yang saat ini sedang kesulitan," katanya.
Berdasarkan data, lahan sawah di provinsi mencapai 792,421 ribu hektar sehingga pada setiap musim tanam membutuhkan benih padi sekitar 9.310 ton. (*/rsd)