"Sebenarnya saya sama sekali tidak punya target untuk main film, bahkan sama sekali tidak siap dan tidak percaya saat saya ditawari main. Namun saya diyakinkan oleh Mas Rudi Sudjarwo dan saya juga bangga bisa bekerja sama dengan Mas Monty Tiwa," ujar Mulan di Penang Distro Pakubowo, Jakarta Selatan, Senin (14/5).
Mulan juga menambahkan bahwa dengan bermain film bukan berarti ia akan meninggalkan dunia tarik suara, yang selama ini dianggapnya sebagai 'lahan utama'-nya.
"Kalau dikatakan aji mumpung, tidak juga, karena awalnya saya tidak yakin. Hanya karena bantuan Mas Rudy dan Mas Monty bisa meyakinkan saya," tandas Mulan.
Dalam film ini, Mulan berperan sebagai Mira, istri preman nomer satu di Jakarta, sementara Ringgo berperan sebagai Dibyo. Karena terlalu berani menghamili istri preman nomer satu di Jakarta tersebut membuat Dibyo terperosok dalam masalah. Ia tidak hanya berhadapan dengan seorang kepala preman saja, tetapi juga preman se-Jakarta.
Film ini merupakan debut Monty Tiwa sebagai sutradara. Selama ini Monty hanya dikenal sebagai penulis cerita, salah satunya film MENDADAK DANGDUT.
"Sebenarnya ada beberapa proyek di SinemaArt yang tidak mungkin dikerjakan Rudi semua dan saya dipercaya untuk memegang satu. Dalam hal penyutradaraan saya banyak dibantu oleh Rudi, dalam hal teknis seperti lighting dan kamera," aku Monty.
Sementara, Rudi sendiri bertindak sebagai produser dalam film ini. (kl/wwn)















